Daerah

Penganugerahan Gelar Adat Tolaki kepada KASAU dan Gubernur Sultra, Simbol Amanah dan Penguatan Nilai Kepemimpinan

3471
×

Penganugerahan Gelar Adat Tolaki kepada KASAU dan Gubernur Sultra, Simbol Amanah dan Penguatan Nilai Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) melaksanakan penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dan Gubernur Sulawesi Tenggara

KENDARI – LENSASATU.COM || Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT) melaksanakan penganugerahan gelar kehormatan adat kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) dan Gubernur Sulawesi Tenggara di Rujab Gubernur Sultra, Minggu (26 April 2026).

Penganugerahan gelar adat suku Tolaki tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki, Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H., yang juga Mokole (Raja) Konawe ke-34.

BACA JUGA :  Bupati Bone Warning Kades, Perangkat Jangan Dihalangi Untuk Maju di Pilkades

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan nilai-nilai budaya lokal dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah dan lembaga adat.

Prosesi berlangsung khidmat dengan mengikuti tahapan adat Tolaki yang dimulai dari pembacaan Surat Keputusan, dilanjutkan penganugerahan gelar, penyuguhan siri pinang, hingga prosesi adat mombesara wonua oleh Tolea. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sumpah pemberian gelar oleh hakim adat serta penyematan dan penyerahan taawu beserta piagam nama gelar adat.

BACA JUGA :  PORSENAP 2022, Lapas Watampone Keluar Sebagai Juara Umum

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki Nomor: 053/KPTS/DPP/LAT/IV/2026, KASAU M. Tonny Harjono dianugerahi gelar Tumonda Meotalinga Bundu, yang bermakna Panglima atau Penguasa Angkatan Udara. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menerima gelar Lariwu Wuanggiha Lasawonua, yang dimaknai sebagai pemimpin yang didengar perintahnya di negeri Wonua.

 

Pemberian gelar adat ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga amanah untuk menjaga kehormatan, martabat, serta nilai-nilai luhur adat suku Tolaki dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Dinas Kebudayaan Gelar FGD, Roy Pertanyakan Bangunan Meseum Lapawawoi atau Saoraja Mappanyukki

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Sultra, Forkopimda, para bupati se-Sultra, Ketua TP PKK Sultra, Plh. Sekda Sultra serta tokoh adat.

Editor:red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *