DaerahSulawesi Tenggara

Polda Sultra Gelar Penyuluhan Pencegahan Radikalisme untuk Personel PNPP

174
×

Polda Sultra Gelar Penyuluhan Pencegahan Radikalisme untuk Personel PNPP

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan penyuluhan khusus bagi personel Polri Non PNS (PNPP) sebagai bagian dari upaya penanggulangan dan pencegahan radikalisme

KENDARI – LENSASATU.COM.|| Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan penyuluhan khusus bagi personel Polri Non PNS (PNPP) sebagai bagian dari upaya penanggulangan dan pencegahan radikalisme. Kegiatan digelar di Aula Dhacara Polda Sultra pada Rabu (17/9), dan menghadirkan narasumber Ali Fauzi Manzi, mantan teroris yang kini aktif dalam gerakan perdamaian.

Penyuluhan yang mengusung tema “Merajut Hidup dari Lingkaran Bom Menuju Lingkar Perdamaian” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran personel Polda Sultra mengenai bahaya ideologi radikal dan pentingnya peran aparat dalam mencegah penyebaran paham tersebut di masyarakat.

BACA JUGA :  Resmi Dilantik, Putra Asli Kecamatan Mare Ini Kembali Jadi anggota Dewan Periode 2024 -2029

Ali Fauzi Manzi berbagi pengalaman hidupnya, termasuk perjalanan pahitnya sebagai pelaku teror, sekaligus menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk membangun perdamaian. “Radikalisme tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga merusak lingkungan sosial dan masa depan generasi. Karena itu, perlu sinergi semua pihak untuk membangun perdamaian,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menghadirkan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta aktif berdiskusi mengenai strategi pencegahan radikalisme dan langkah-langkah deradikalisasi yang bisa diterapkan di lingkungan masyarakat.

Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain terkait metode deteksi dini terhadap indikasi radikalisme di masyarakat, serta bagaimana aparat kepolisian bisa bersinergi dengan tokoh masyarakat untuk mencegah penyebaran ideologi ekstrem.

BACA JUGA :  Bupati Bone Pantau Pemungutan Suara di 7 Kecamatan 

Polda Sultra menekankan bahwa pemahaman personel terhadap radikalisme harus bersifat komprehensif, mulai dari identifikasi tanda-tanda hingga upaya pencegahan secara preventif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan PNPP dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain aspek pencegahan, penyuluhan juga menekankan pentingnya rehabilitasi sosial bagi individu yang pernah terlibat paham radikal, agar mereka dapat kembali menjadi bagian produktif dalam masyarakat. Narasumber memberikan contoh nyata bagaimana proses deradikalisasi berhasil mengubah kehidupan mantan pelaku radikalisme.

BACA JUGA :  Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2024 di Kendari

Kegiatan ini berlangsung penuh antusiasme, dengan kehadiran seluruh personel PNPP yang menunjukkan komitmen tinggi untuk belajar dan memahami materi yang disampaikan. Interaksi antara narasumber dan peserta menciptakan suasana yang kondusif untuk bertukar pengalaman serta strategi praktis dalam pencegahan radikalisme.

Polda Sultra berharap melalui program ini, seluruh personel dapat memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan, mencegah penyebaran paham radikal, dan membangun ketahanan sosial di Provinsi Sultra. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi masyarakat.

Reporter; Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *