DaerahSulawesi Tenggara

Sekjen HKTI Lantik DPC, Gubernur Sultra Terpilih Ketua DPD HKTI Sultra

241
×

Sekjen HKTI Lantik DPC, Gubernur Sultra Terpilih Ketua DPD HKTI Sultra

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Abdul Kadir Karding, melantik 17 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara

Kendari – LENSASATU.COM || Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Abdul Kadir Karding, melantik 17 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Sultra, Kamis (10/9/2026).

Pada rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Sulawesi Tenggara, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Sultra periode 2026–2031.

Pelantikan tersebut ditandai dengan pembacaan sumpah/janji jabatan oleh para Ketua DPC HKTI kabupaten/kota, yang mayoritas merupakan bupati/walikota se-Sultra. Mereka dipercaya mengemban mandat organisasi sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah masing-masing.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan ucapan selamat kepada para Ketua DPC yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan memperjuangkan kepentingan petani, mendukung ketahanan pangan daerah, serta memastikan sektor pertanian tetap menjadi salah satu fondasi pembangunan Sultra.

“Petani bukan hanya produsen pangan. Petani adalah penjaga kehidupan. Di tangan petanilah beras, jagung, serta berbagai komoditas perkebunan dan hortikultura dihasilkan. Di tangan petani pula ketahanan pangan daerah dapat kita perjuangkan,” ujarnya

BACA JUGA :  Sejarah Singkat Penetapan Tanggal dan Bulan HJB

Menurutnya, HKTI memiliki posisi strategis sebagai rumah besar petani Indonesia. Organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan aspirasi petani, tetapi juga memiliki peran dalam meningkatkan kapasitas, membangun jaringan, serta memperjuangkan kepentingan petani, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan produksi di lapangan.

Gubernur menyampaikan rasa gembiranya karena kepengurusan HKTI di kabupaten/kota kini dipimpin para kepala daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang untuk mendorong petani agar naik kelas.

“Petani itu bukan pekerja biasa, tetapi petani itu menjadi profesi atau menjadi pekerjaan yang mulia. Dan saya yakin dengan adanya para bupati, wakil bupati dan wali kota yang menjabat sebagai ketua DPC, tujuan kita untuk meningkatkan kesejahteraan petani akan terlaksana,” katanya.

Menurutnya, berbagai persoalan teknis yang dihadapi petani di kabupaten/kota dapat lebih mudah direspons dengan adanya kepala daerah yang juga menjadi bagian dari kepengurusan HKTI. Ia juga menilai keterbatasan di daerah dapat didukung melalui peran Sekjen DPN HKTI yang memiliki hubungan dengan Menteri Pertanian.

BACA JUGA :  Resmikan Posko Pemenangan, Andi Asman Fokus Menangkan Beramal Tanpa Menjelekkan Paslon lain

Gubernur menilai kondisi tersebut menjadi kesempatan yang baik bagi para bupati dan wali kota untuk memperkuat pembangunan pertanian di daerah. Ia juga mengajak para penyuluh pertanian untuk mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kapasitas petani.

“Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan kepada rekan-rekan, khususnya penyuluh-penyuluh petani, bahwa inilah saatnya untuk berbuat. Dan inilah saatnya apabila kita ingin meningkatkan petani-petani kita. Dan inilah saatnya petani-petani yang mempunyai masa depan,” katanya

Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding memberikan apresiasi atas pelantikan dan pengukuhan DPC HKTI kabupaten/kota se-Sultra. Menurutnya, momentum tersebut menjadi harapan dan semangat baru bagi HKTI, khususnya di Sulawesi Tenggara, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam memperjuangkan kesejahteraan petani.

Sekjen mengatakan, HKTI di daerah diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis bagi petani dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran. Penguatan tersebut dilakukan melalui kelembagaan ekonomi petani, kaderisasi dan regenerasi petani, serta perluasan akses pasar.

BACA JUGA :  IKA IMNEBO Matangkan Rapat Kerja dan Family Gathering di Tanjung Bira, Alumni Antusias Hadir

“Kita berharap HKTI menjadi instrumen strategis, alat strategis bagi petani untuk mencapai kesejahteraannya dan kemakmurannya,” kata Abdul Kadir.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini memberikan ruang strategis bagi HKTI untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang juga merupakan Dewan Pembina HKTI, kata dia, menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu agenda prioritas nasional, termasuk upaya mencapai swasembada pangan.

Sekjen menyebut Sulawesi Tenggara memiliki potensi pertanian yang besar. Potensi tersebut, menurutnya, dapat memberikan nilai tambah bagi petani apabila didukung pemerintah daerah dan diperkuat melalui sinergi dengan HKTI.

Karena itu, HKTI didorong melakukan transformasi pertanian dengan memperkuat organisasi petani, kaderisasi dan regenerasi, membangun kelembagaan ekonomi petani, serta memperluas akses pasar hingga pasar ekspor.

“HKTI harus menjadi organisasi solusi bagi petani. Kita ingin petani semakin kuat, mandiri, produktif, memiliki akses pasar yang luas dan mampu meningkatkan kesejahteraannya,” tegasnya.

Editor:redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *