Daerah

Sistem Eror, Antrean Poli RS Tenriawaru Membludak Hingga Pasien Pulang Tanpa Dilayani

289
×

Sistem Eror, Antrean Poli RS Tenriawaru Membludak Hingga Pasien Pulang Tanpa Dilayani

Sebarkan artikel ini
Suasana ruang tunggu Poli Rawat Jalan BLUD RS Tenriawaru tampak dipadati pasien dan keluarga pasien yang harus menunggu berjam-jam akibat gangguan sistem pendaftaran online. Sejumlah pasien mengaku sudah datang sejak pagi namun belum mendapat pelayanan hingga sore hari.

Bone, LensaSatu.com || Antrean panjang terjadi di Poli Rawat Jalan BLUD RS Tenriawaru, Kabupaten Bone. Gangguan sistem layanan pendaftaran online diduga menjadi penyebab utama menumpuknya pasien.

Mereka yang telah mendaftar secara daring justru dipaksa kembali mengantre secara manual setelah tiba di rumah sakit dengan alasan sistem eror.

Kondisi tersebut memicu kekesalan pasien dan keluarga pasien. Sejumlah warga mengaku sudah datang sejak pagi namun belum juga mendapat pelayanan hingga berjam-jam kemudian.

“Kami datang dari pagi sekitar jam setengah delapan, daftar online sudah, tapi di sini disuruh ulang manual. Sampai jam tiga sore belum juga dipanggil. Anak saya sudah lemas, akhirnya kami pulang,” keluh Santi salah satu keluarga pasien.

Menurutnya, tidak ada kejelasan informasi dari petugas mengenai kepastian pelayanan. Pasien hanya diminta menunggu tanpa batas waktu yang jelas.

“Kalau memang sistem bermasalah, seharusnya dari awal diberi penjelasan. Ini pasien dibiarkan menunggu berjam-jam, padahal sudah sakit,” tambahnya dengan nada kecewa.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat pasien yang menunggu sejak pukul 07.30 Wita hingga pukul 15.00 Wita namun belum terlayani. Tidak sedikit pula pasien yang memilih pulang tanpa sempat menjalani pemeriksaan medis.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Utara Ruksamin Pimpin Upacara Hari Bela Negara yang ke-76 Tahun

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Humas BLUD RS Tenriawaru, Junaedi, membenarkan adanya gangguan pada sistem pelayanan pendaftaran.

“Sudah saya konfirmasi pihak terkait. Untuk situasi yang terjadi pada antrian loket dan pelayanan poli/rawat jalan, saat ini jaringan sudah normal. Namun sistem masih bekerja berat akibat migrasi data dan backup data yang dilakukan sehari sebelumnya,” jelas Junaedi.

Junaedi juga menyebutkan bahwa hari Senin merupakan hari dengan tingkat kunjungan pasien tertinggi.

“Perlu diketahui, hari Senin itu kunjungan pasien pasti membeludak karena rata-rata jadwal kontrol jatuh di hari Senin. Selain itu, sebagian dokter melakukan visite atau kunjungan dulu ke rawat inap sebelum ke poli,” ungkapnya.

Saat ini, kata Junaedi, tim IT RS Tenriawaru tengah mengupayakan peningkatan kinerja sistem dengan melakukan upgrade server serta pembaruan database aplikasi yang berkaitan langsung dengan pelayanan rawat jalan.

Namun di lapangan, gangguan sistem tersebut berdampak langsung pada pasien. Ketika aplikasi bermasalah, pasien harus kembali ke pendaftaran manual dan mengantre ulang dari awal.

BACA JUGA :  Inilah Daftar Kades Terpilih dan Incumbent Yang Kalah

“Kami ini sudah capek, sakit, tapi tetap harus ulang antrean. Rumah sakit besar masa tidak siap sistem cadangan,” ujar keluarga pasien lainnya dengan nada kesal.

Menanggapi hal tersebut, Junaedi menyatakan bahwa RS Tenriawaru sebenarnya telah memiliki backup server.

“Backup server sudah ada, tetapi kapasitas server utama hampir terpakai seluruhnya sehingga pengalihan data ke sistem yang berjalan menjadi agak lambat,” katanya.

Terkait jumlah loket pendaftaran, pihak manajemen menilai jumlahnya sudah memadai.

“Jumlah loket sangat cukup. Bahkan kami menyediakan APM atau Anjungan Pendaftaran Mandiri untuk mengurai antrean,” lanjutnya.

Kendati demikian, publik kembali mempertanyakan kebijakan manajemen melakukan migrasi dan backup data menjelang hari Senin, yang sudah diketahui sebagai hari dengan lonjakan kunjungan pasien tertinggi.

Menjawab hal tersebut, Junaedi menjelaskan bahwa proses migrasi sebenarnya telah dilakukan sejak hari Jumat.

“Tepatnya dilakukan hari Jumat, namun progresnya memang lama karena data yang dimigrasi cukup banyak dan dikhawatirkan terjadi error atau corrupt,” jelasnya.

BACA JUGA :  Paslon Bupati Bone Beramal Jika Terpilih, Ini Program Utamanya

Situasi ini memunculkan sorotan tajam terhadap manajemen RS Tenriawaru terkait pemenuhan hak pelayanan pasien rawat jalan, terutama ketika dokter lebih dahulu melakukan visite ke rawat inap tanpa pengaturan jadwal poli yang jelas.

Menanggapi hal tersebut, Junaedi menegaskan bahwa tidak semua dokter melakukan visite secara bersamaan.

“Perlu dipahami bahwa ada pasien prioritas yang membutuhkan penanganan segera. Dokter yang melakukan visite sudah terjadwal sehari sebelumnya dan yang bertugas satu dokter spesialis untuk satu poli/rawat inap. Tidak semua dokter melakukan visite,” ujarnya.

Namun demikian, keluarga pasien berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami hanya ingin dilayani dengan layak. Pasien datang ke rumah sakit bukan untuk menunggu seharian tanpa kepastian,” tegas Santi.

Menutup pernyataannya, pihak manajemen RS Tenriawaru menyatakan siap bertanggung jawab dan melakukan perbaikan.

“Dengan adanya keluhan dan kejadian seperti ini, manajemen berkewajiban menindaklanjuti dengan melakukan perbaikan ke depan dan memastikan hal-hal seperti ini dapat dihindari serta meminimalisir risiko,” pungkas Junaedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *