Daerah

Sultra Dorong Pelayanan Publik Terpadu lewat PEMDI Onsite 2026

581
×

Sultra Dorong Pelayanan Publik Terpadu lewat PEMDI Onsite 2026

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Digitalisasi pemerintahan di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak lagi sekadar soal mengubah dokumen fisik menjadi format digital.

​KENDARI – LENSASATU.COM || Digitalisasi pemerintahan di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak lagi sekadar soal mengubah dokumen fisik menjadi format digital. Lebih dari itu, transformasi digital kini diarahkan langsung untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat di seluruh wilayah Sultra.

​Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Evaluasi Kinerja Pemerintah Digital (PEMDI) Onsite Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari di Aula Perpustakaan Modern Sultra, mulai Senin (5/10/2026).

BACA JUGA :  Bupati Konawe Utara, H Ikbar, Buka Sosialisasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan

Forum yang digagas Kementerian PANRB ini menjadi wadah verifikasi faktual sekaligus pembimbingan bagi pemerintah daerah, khususnya kabupaten dan kota yang belum optimal menuntaskan penilaian mandiri.

Kegiatan ​ini digelar untuk memastikan bahwa keberhasilan transformasi digital merupakan tanggung jawab lintas sektor, bukan beban Dinas Kominfo semata. Setiap perangkat daerah memiliki peran krusial dalam membangun ekosistem digital yang aman, terpadu, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

BACA JUGA :  Bakal Calon Walikota Kendari Yudhianto Mahardhika Kembalikan Berkas Pendaftaran di 3 Partai Secara Serentak

​Mewakili Kepala Dinas Kominfo Sultra, Sekretaris Dinas Wa Ode Iis Indriyani mengapresiasi hadirnya tim pusat di Kendari. Ia berharap pendampingan ini mampu memetakan kendala daerah secara presisi sehingga evaluasi berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi konkret demi mendongkrak kualitas layanan publik. Penilaian PEMDI tahun ini mengukur dampak nyata layanan di lapangan.

BACA JUGA :  Terima SPMT, Guru P3K Dibebankan Pembayaran 50 ribu sampai 70ribu

Sementara itu, perwakilan Kementerian PANRB, Arman Kurniawan menegaskan bahwa digitalisasi hanyalah sarana, sedangkan muara utamanya adalah hadirnya pelayanan publik yang inklusif, efektif, dan efisien sesuai sasaran RPJPN 2025–2045.

Editor:redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *