LENSASATU.COM || BONE – Sebuah postingan di media sosial yang diunggah pada tanggal 7 April 2025, viral membuat heboh warganet.
Postingan tersebut berisi pengaduan dari keluarga pasien RSUD Tenriawaru Bone yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit tersebut.
Dikutip dari postingan LSM Latenritta, Keluarga pasien mengungkapkan bahwa sejak keluarganya menjalani operasi di RSU Tneriawaru Bone, kondisi pasien tidak menunjukkan semakin membaik, justru bahkan sering mengalami menggigil.
“Kami tidak melihat adanya perkembangan selama dirawat, dan tidak pernah ditinjau langsung oleh dokter yang mengoperasinya,” Ucap anggota keluarga pasien.
Setelah dipulangkan, kondisi pasien memburuk. Hanya satu hari di rumah, pasien mengalami muntah darah dan menunjukkan gejala kelemahan yang parah. Diduga sebagai dampak dari proses pasca operasi yang tidak ditangani dengan baik.
Postingan tersebut langsung viral di media sosial dan mendapatkan banyak reaksi dari warganet. Banyak dari mereka yang merasa prihatin dengan kondisi pasien dan meminta pihak rumah sakit untuk memperbaiki pelayanan.
Direktur RS Tenriawaru Bone dr. H. A Muhammad Syahrir, M.Kes melalui Andi Dedy Astaman humas RS membenarkan bahwa, pasien Pudding (65) tahun pernah dirawat di RSUD TENRIAWARU.
” Pasien masuk di IGD pada tanggal 19 Maret 2025 dengan keluhan Pasien Susah BAK (buang air kecil) atau retensi urine, BAK sedikit-sedikit, Nyeri Perut Bawah dan Demam, ” Kata Andi Dedy Astaman, Rabu (09/04/2025).
Selanjutnya Ia menjelaskan, Pasien dengan kondisi seperti ini tidak langsung dilakukan operasi namun pasien sebelumnya akan di lakukan visite atau dikunjungi terlebih dahulu oleh dokter spesialis.
Kemudian Dedy menyebutkan, harus dilakukan pemeriksaan lengkap termasuk persetujuan keluarga Pasien untuk dilakukan operasi.
” Jadi pasien untuk operasi prostat memang harus di siapkan, Apalagi pasien tersebut sudah berumur maka otomatis di lakukan pemeriksaan lengkap termasuk di Konsultasi juga ke dokter anastesi terkait dengan apakah layak atau tidak pasien di operasi karena akan dilakukan pembiusan kepada pasien, ” Jelasnya.
Setelah rangkaian atau tahapan semua telah dilakukan dan hasil pemeriksaan lengkap kondisi pasien baik baru akan ditentukan waktu untuk dilakukan tindakan operasi yang dimana jadwal operasi ditetapkan pada tanggal 25 Maret 2025.
” Pasca operasi kondisi pasien stabil dan hanya memiliki keluhan nyeri pada daerah bekas operasi. Dan pada tanggal 4 April 2025 saat pasien akan pulang nampak luka operasi mengering dan keluhan nyeri pada daerah operasi juga sudah berkurang, ” Pungkasnya.













