BONE, LENSASATU.COM || Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton pecah di Lapangan H. A. Muh. Yusuf, Kecamatan Mare, Minggu (28/9/2025). Ratusan pasang mata menyaksikan momen pembukaan Turnamen Sepak Bola 726 Sanrego Cup-Mare Cup 2025, yang diresmikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bone, H. A. Saharuddin, SSTP., M.Si., mewakili Bupati Bone.
Bukan sekadar seremoni, turnamen ini seolah menjadi ruang perjumpaan, wadah silaturahmi, dan cermin betapa kuatnya ikatan masyarakat dengan dunia sepak bola. Dalam sambutannya, Andi Saharuddin menyampaikan bahwa olahraga selalu menjadi bahasa universal yang mampu mempersatukan semua kalangan.
“Sepak bola itu milik semua orang, tanpa memandang usia, latar belakang, ataupun status sosial. Kita berharap melalui turnamen ini akan lahir talenta-talenta yang bisa membawa nama Bone bersinar, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional,” katanya dengan penuh semangat.
Andi Saharuddin, melihat bahwa 726 Sanrego Cup-Mare Cup lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, turnamen ini adalah pesta bersama yang menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat.
“Harapan kami dengan turnamen sepak bola ini, selain menjadi wadah silaturahmi antar pemain dan para penggemar baik dari Kecamatan Mare maupun dari luar daerah, kegiatan ini juga mampu menjadi ajang pencarian atlet berbakat. Kami ingin anak-anak muda di Bone percaya bahwa mereka bisa menjadi profesional di cabang sepak bola,” ungkapnya.
Tidak berlebihan bila sepak bola disebut sebagai olahraga rakyat. Di Bone, lapangan hijau bukan hanya tempat bertanding, tetapi juga tempat orang tua mendukung anaknya, pemuda menyalurkan bakat, dan masyarakat berkumpul melepas penat.
“Dunia sepak bola selalu punya tempat tersendiri di hati penggemarnya. Semoga turnamen ini bisa terus dilaksanakan di tahun depan dengan lebih semarak,” pungkas Andi Saharuddin.
Turnamen ini tidak hanya disambut antusias oleh para pemain dan penonton, tetapi juga memberi denyut ekonomi baru di sekitar lokasi.
Penjual makanan kaki lima, pedagang minuman dingin, hingga pelaku UMKM lokal tampak berjejer di sekitar lapangan, menawarkan dagangan mereka kepada para penonton. Seorang pedagang es kelapa, Nurhayati (46), mengaku senang dengan adanya turnamen ini.
“Kalau ada acara begini, dagangan saya cepat habis. Biasanya satu jerigen besar kelapa muda baru habis sore, tapi sekarang jam 4 sudah laku semua. Alhamdulillah, bisa bantu tambahan uang belanja,” katanya sambil tersenyum.
Di tengah kerumunan, tampak anak-anak duduk di atas pagar bambu, mata mereka tak lepas dari lapangan hijau. Salah satunya, Ardi (12), pelajar kelas VI SD di Mare, mengaku bercita-cita menjadi pemain bola.
“Kalau saya besar, mau jadi seperti Cristiano Ronaldo. Mudah-mudahan bisa ikut tanding di turnamen seperti ini,” ujarnya polos.
Sementara itu, seorang penonton lainnya, Basri (38), yang datang bersama keluarganya dari Kecamatan Cina, menyebut turnamen ini sebagai hiburan rakyat.
“Daripada ke kota cari tontonan, lebih bagus datang ke sini. Bisa kumpul keluarga, anak-anak senang, kita juga bisa ketemu teman-teman lama. Rasanya seperti lebaran kedua,” ucapnya.
726 Sanrego Cup-Mare Cup 2025 dijadwalkan berlangsung beberapa pekan dengan diikuti puluhan tim dari berbagai kecamatan di Bone dan sekitarnya.
Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini kini dipandang sebagai ruang harapan baru membangun silaturahmi, menggerakkan ekonomi, sekaligus menyalakan mimpi anak-anak muda Bone yang ingin menjejakkan kaki di panggung sepak bola nasional.













