LENSASATU.COM – SOPPENG||Pesta demokrasi dalam rangka pemelihan kepala Desa serentak kabupaten Soppeng tahun 2022 telah usai, dimana dilaksanakan pada hari Rabu 23 November lalu.
Namun demikian, konflik antara Kades terpilih dengan masyarakat yang tidak memilihnya pada perhelatan tersebut masih berlangsung, tepatnya di Desa Gattareng, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.
Kenapa tidak, Kades terpilih yang berinisial (RP) itu, setelah namanya dinyatakan unggul di Pilkades tersebut malah mengusik dan mengintimidasi salah satu warga nya, yang berinisial (HM) setelah beberapa hari terlaksananya pemilihan tersebut.
Bukan hanya (RP), salah satu perangkat desa nya yang berinisial (JE) juga ikut mencerca ibu (HM). Itu terjadi pada hari Kamis 24 November di kediaman ibu (HM) ketika si (JE) memberikan surat panggilan penerimaan bantuan PKH di kantor pos kecamatan.
“Gara gara ini mungkin bantuan PKH, kita tidak pilih imcumben (RP) kita lebih memilih no 2”. Ujar si (JE) ke ibu (HM) di kediaman nya di Waepute.
Sehari setelah kejadian si (JE) mencerca ibu (HM), giliran kades terpilih (RP) Yang mendapati ibu (HM) sedang membeli pakan di kios di talumae, (RP) lansung menghampiri ibu (HM) di pinggir jalan poros Soppeng-Makassar, Sabtu 26 November 2022.
Ketika menghampiri ibu (HM), (RP) Lansung to the poin ke ibu (HM) dan berkata “Eh (HM) kau tidak lihat saya bantu kamu dengan memberikan kamu bantuan PKH, kerena keluarga mu miskin, kenapa kamu lebih pilih no 2 di banding saya, terakhir ini tahun kamu dan keluargamu terima bantuan PKH, jadi jangan berkecil hati karena saya akan hapus nama kamu dari penerima bantuan PKH tahun depan.” ujar si (RP) ke ibu (HM) di depan khalayak umum.
Ibu (HM) menjawab “iya pak saya memang miskin, tapi saya merasa berhutang Budi kepada Om dari calon no 2, sebab segala urusan keluarga saya, beliau lah yang membantu saya bukan bapak, jadi kalau bukan ini, apa yang saya bisa perbuat untuk membalas budinya, pungkas ibu (HM) ke (RP), di TKP.
“Bukankah bapak yang selalu menyampaikan ketika memberikan sambutan di setiap kegiatan didepan khalayak umum, bahwasanya ketika Pilkades nanti silahkan pilih mana yang kita suka karena tidak ada unsur paksaan didalam nya, Lantas kenapa bapak perlakukan saya seperti ini di depan umum, mana bukti dari perkataan bapak itu” tegas ibu (HM).
Semua peristiwa yang di alami ibu (HM) diceritakan ke keluarga besarnya dan kerabat Cakades no 2,dengan Isak tangis karena merasa tidak dihargai atas perlakuan yang tidak pantas yang di terima dari Kades Terpilih (RP), serta salah seorang perangkat nya (JE).














