Bone, Lensasatu.com || Forum Pemerhati Demokrasi Kab. Bone yang diketuai oleh Elina Putri Lestari bersama peserta pendaftar Calon PPS KPU yang dinyatakan tidak lulus Tes Wawancara Menghadiri Rapat dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone, Pada Senin (30/01/2023)
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh H. Saifullah ketua komisi l DPRD Bone yang membahas tentang Menindaklanjuti Surat Dari Forum Pemerhati Demokrasi Kab. Bone Perihal Permohonan Hearing KPU Bone Dan Bawaslu
Dalam rapat, Erlina mengungkapkan terjadi keterlambatan pengumuman hasil seleksi wawancara yang tidak sesuai jadwal sebagaimana dalam tahapan rekrutmen yang telah ditetapkan sebelumnya.
Selanjutnya ia mengatakan dugaan terjadi indikasi akan dilakukan upaya manipulatif kepada hasil penilaian wawancara yang mana format penilaian di isi mengunakan pensil
Yang ternyata merupakan instruksi komisioner KPU Kabupaten yang bertugas menggantikan sepenuhnya tanggung jawab KPU kabupaten dalam melakukan penilaian wawancara.
Menurut ketua komisi l DPRD Bone H. Saifullah Latif, dilakukannya seleksi ini tentu tidak lebih ingin mengetahui kemampuan kapabilitas seseorang Dan apa yang disampaikan pembawa aspirasi ini betul adanya, ini juga menjadi kekhawatiran yang sangat memprihatinkan.
“Kita tidak boleh juga menjustifikasi bahwa apa yang disampaikan pembawa aspirasi ini tidak benar dan kita harus berterima kasi karena bentuk kepedulian forum ini adalah bentuk kepedulian kita bersama.” Kata H. Saifullah
Sementara Fahri Rusli juga mempertanyakan apa yang menjadi dasar penilaian pada tahapan peserta PPS yang lolos tes itu sendiri.
Karena menurutnya ada nilai CAT yang dipublish namun ia tidak melihat hasil dari tes wawancaranya dimana nilainya,
Sebab Kalau pemberian nilai dari CAT itu sendiri berdasar dari hasil yang dikeluarkan oleh komputer dan tidak ada manipulasi didalamnya
Ketika mendapatkan nilai tertinggi namun yang lolos malah yang mendapatkan nilai rendah kata Fahri, itu sangat Perlu di pertanyakan dan mendapatkan penjelasan apakah ini sesuai regulasi atau tidak
“Menurut saya pribadi orang yang memiliki nilai CAT Paling tinggi pasti akan berbanding lurus dengan apa yang menjadi hasil dari wawancaranya.”ucapnya
Ia juga menyoroti terkait penilian menggunakan pensil apakah itu juga juknis dari KPU bahwasanya kalaupun melaksanakan tes cukup pakai pensil tidak usah pakai Pulpen
“Sangat besar indikasi kecurangannya ketika memakai pensil karena bisa di hapus, beda kalau memakai pulpen kalau dihapus pasti akan berbekas.” Ungkap Fahri
Harmita komisioner KPU yang mewakili Ketua KPU Bone mejelaskan Pada proses tes wawancara itu ada beberapa indikator penilaian, bisa jadi nilai CAT tinggi tapi bukan kemutlakan itu dijamin bisa lulus tapi ini menjadi filter pertama untuk masuk kejenjang berikutnya.
Terkait keterlambatan kata Harmita, karena aplikasi SIAKBA ini diakses secara nasional dan pada saat ingin mengumumkan, karena pada perosesnya itu semua menginput data kemudian di infor ke aplikasi selanjutnya harus di download.
“Pada saat pukul 23 : 00 aplikasinya maintenance sehingga teman teman operator itu harus menginput secara manual karena beberapa tidak bisa terbaca di aplikasi sehingga inilah yang menyebabkan keterlambatan.” Jelas Harmita
Andi Heryanto Bausad Anggota Komisi l dan ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Bone, mempertanyakan terkait seleksi PPS apakah hal ini telah diplenokan di kecamatan atau tidak.
Kata dia, Inikan salah satu bukti PPK terlibat langsung dalam tes wawancara pihak ini wajib dilibatkan lansung penerjunan PPS karena dia terlibat lansung, jadi harus wajib di pleno kan dikecamatan.
“Karena jika diplenokan di kecamatan itu adalah hasil atau bukti legalitas secara sah menurut undang-undang yang berlaku di negara kita” tanya Heryanto.
Elina kembali menanggapi penjelasan Harmita, Elina menjelaskan Pada tanggal 28/01/2023 lalu telah digelar dialog diskusi di salah satu cafe di Bone kota yang menghadirkan Dr. Yusdar Kabag Hukum yang membidangi Rekrutmen PPS itu sendiri.
Salah satu peserta mempertanyakan keterlambatan pengumuman hasil seleksi wawancara yang di keluarkan oleh KPU Bone,
Namun kata Elina Jawaban yusdar sangat berbeda dengan jawaban Harmita sehingga ia mempertanyakan anggota di KPU ini saling berkoordinasi atau tidak.
“Sebab Ibu harmita mengatakan keterlambatan itu disebabkan oleh kendala teknis sementara Pak yusdar mengatakan pengumuman itu selesai sore pukul 16 WITA,
“tetapi karena alasan keamanan undangan yang telah dibuat sebanyak 1000 rencana pelantikan di lapangan merdeka itu, namun alasan keamanan dipindahkan ke stadion Lapatau dan haru membuat 1000 undangan lagi makanya jam 5 subuh baru di umumkan itu yang dikatakan pak Yusdar.” ungkap Elina
Reporter : Jumardi
Editor : Agus














