Daerah

Demisioner Presiden Mahasiswa UM Kendari 2024-2025: Rahmat Dari Pulau Buton Utara Untuk Suara Perubahan Indonesia

486
×

Demisioner Presiden Mahasiswa UM Kendari 2024-2025: Rahmat Dari Pulau Buton Utara Untuk Suara Perubahan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Muhammad Awalun Nur Rahmat (Demisioner Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari 2024-2025)

KENDARI – LENSASATU.COM.|| Proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa kembali bergulir di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Serah terima jabatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen mahasiswa sebagai agen perubahan dan mitra kritis masyarakat.

Dalam momen tersebut, Rahmat, mahasiswa asal Kabupaten Buton Utara, resmi menuntaskan masa baktinya sebagai Presiden Mahasiswa UMK periode 2024–2025. Acara serah terima jabatan berlangsung pada Selasa (23/9/2025) pukul 10.00 WITA dengan khidmat dan penuh rasa kebersamaan.

Sejumlah civitas akademika, pengurus organisasi mahasiswa, serta tamu undangan turut hadir menyaksikan jalannya prosesi. Serah terima jabatan ini menjadi simbol transisi kepemimpinan sekaligus tonggak awal lahirnya kepengurusan baru.

Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama kepemimpinannya berlangsung. Ia menegaskan bahwa amanah organisasi adalah milik bersama, bukan hanya individu.

BACA JUGA :  Danrem 141/Toddopuli Hadiri Upacara Taptu dan Pawai Obor Tradisi Menyambut Kemerdekaan

“Tak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang senantiasa mendukung perjalanan ini. Amanah ini bukan hanya milik saya, melainkan milik kita semua,” ujar Rahmat di hadapan peserta kegiatan.

Selain itu, Rahmat juga memberikan ucapan selamat kepada pengurus BEM UMK periode 2025–2026 yang baru saja dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan terobosan yang nyata dalam menjawab tantangan mahasiswa dan masyarakat di era saat ini.

Menurutnya, kepemimpinan mahasiswa tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, melainkan harus menjelma menjadi wadah aktualisasi diri, advokasi, dan pengabdian sosial. Prinsip ini diyakininya akan menguatkan posisi mahasiswa sebagai agen perubahan.

BACA JUGA :  IMI Sultra Gelar Rakerprov 2024, Dorong Kegiatan Sosial dan Touring Wisata

Rahmat juga menyoroti pentingnya peran pemuda, khususnya generasi emas asal Buton Utara maupun Indonesia secara luas. Ia menekankan bahwa generasi muda harus tampil kritis terhadap berbagai fenomena sosial yang berkembang.

“Pemuda harus hadir dengan gagasan kritis. Generasi kita adalah generasi emas yang diharapkan membawa perubahan nyata,” tegasnya penuh semangat.

Lebih jauh, ia menilai sikap kritis tidak sebatas pada pola pikir, melainkan juga keberanian dalam menyampaikan gagasan. Pemuda, kata Rahmat, harus berani menghadirkan ide-ide segar yang solutif demi kemajuan bangsa.

BACA JUGA :  FKPD Kabupaten Bone Desak Mendes Batalkan SK BPSDM PMDDTT Terkait Perpanjangan Kontrak TPP di Bone

Dalam kesempatan itu, ia juga menitipkan pesan moral agar mahasiswa UMK terus menjaga solidaritas, memperkuat basis intelektual, dan membangun jaringan yang produktif. Hal tersebut diyakini akan memperbesar kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.

Rahmat menegaskan bahwa tugas mahasiswa tidak boleh berhenti di ruang diskusi, tetapi harus meluas hingga pada kerja nyata di tengah masyarakat. “Mahasiswa harus menjadi energi perubahan, baik di daerah maupun dalam skala nasional,” tambahnya.

Dengan berakhirnya masa kepemimpinannya, Rahmat berharap tongkat estafet perjuangan mahasiswa UMK tetap menyala. Ia percaya bahwa semangat perubahan yang lahir dari kampus akan memberi dampak positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.

Reporter: Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *