Metro Kota

Pemkot Kendari Gelar Workshop Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan, Perkuat Sinergi dan Edukasi Publik

258
×

Pemkot Kendari Gelar Workshop Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan, Perkuat Sinergi dan Edukasi Publik

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Asisten III Setda Kota Kendari Imran Ismail saat membuka kegiatan menyampaikan keprihatinannya terhadap tren kekerasan terhadap perempuan yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

KENDARI-LENSASATU.COM.|| Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menyelenggarakan Workshop Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Rabu (24/9/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Kekerasan Terhenti Menuju Kota Kendari Semakin Maju” yang menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai langkah strategis dalam menghentikan kasus kekerasan di masyarakat.

Asisten III Setda Kota Kendari Imran Ismail saat membuka kegiatan menyampaikan keprihatinannya terhadap tren kekerasan terhadap perempuan yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh DP3A hingga September 2025 tercatat 13 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kota Kendari. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan tahun 2020 yang hanya mencatat tujuh kasus.

BACA JUGA :  Wakili Gubernur, Sekda Resmi Buka Sosialisasi Pergub Kelautan

Imran menegaskan bahwa angka tersebut kemungkinan besar belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Masih banyak kasus yang tidak dilaporkan karena adanya stigma sosial dan anggapan budaya yang memandang kekerasan sebagai aib keluarga.

“Kekerasan terhadap perempuan bukan hanya persoalan pribadi, tetapi masalah sosial yang membutuhkan penanganan serius serta kerja sama lintas sektor,” tegasnya.

Ia menambahkan, peran keluarga, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan pemerintah harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi perempuan. Menurutnya, tanpa keterlibatan bersama, upaya pencegahan akan sulit mencapai hasil maksimal.

BACA JUGA :  Bupati Ruksamin Hadir dan Memberikan Cendramata dimalam Pisah Sambut Komandan Lanal Kendari

Dalam kesempatan itu, Imran juga menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan. Salah satunya adalah optimalisasi peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan pendampingan dan penanganan kasus kekerasan.

Imran berharap workshop ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat. Dengan demikian, setiap kasus kekerasan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Sitti Bae S.Sos., M.Si menjelaskan workshop ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bentuk serta dampak kekerasan terhadap perempuan. Selain itu juga mendorong sinergi antar lembaga dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendeteksi serta merespons kasus kekerasan.

BACA JUGA :  Akibat Hindari Jalan Berlubang, 2 Kendaraan Terlibat Kecelakaan

Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh peserta diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan perempuan. Edukasi ini juga diharapkan bisa mendorong korban untuk lebih berani melapor ketika mengalami kekerasan.

Ia menegaskan bahwa dengan membangun kesadaran kolektif, Kota Kendari dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi perempuan. Pada akhirnya, pemberdayaan dan perlindungan perempuan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Kendari yang semakin maju.

Editor: Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *