Bangli, Bali – Dalam upaya mewujudkan Kota Kendari yang bersih dan berbudaya Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran (SKI) melakukan kunjungan ke Desa Penglipuran karena dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Selasa (21/10/2025).
SKI ingin belajar langsung dari desa Penglipuran dalam mengelola kebersihan lingkungan, tata ruang, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai budaya serta sebagai inspirasi dalam membangun Kendari yang semakin maju.
“Dengan kekuatan budaya dan masyarakat lokalnya desa Penglipuran menjadi contoh bahwa kebersihan bukan hanya soal fasilitas, tetapi budaya. Kami ingin semangat ini menjadi inspirasi bagi masyarakat Kendari,” ujar Wali Kota Siska Karina Imran.

Menurut I Dewa Agung Putu Purnama, keberhasilan Penglipuran dalam mempertahankan predikat desa terbersih tak lepas dari sinergi antara pemerintah, adat, dan warga menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
“inovasi masyarakat, seperti Gerakan Serentak Pemilahan Plastik, Arisan Sampah oleh PKK, dan kerja sama Bank Sampah dengan sektor swasta serta Kesadaran menjaga kebersihan tumbuh dari pembiasaan dan keteladanan. Di sini, masyarakat mencintai kebersihan karena itu bagian dari jati diri mereka,” jelasnya.

Berikut beberapa alasan mengapa orang nomor satu di Kendari tertarik ke Desa Penglipuran :
Desa Penglipuran adalah desa adat paling bersih nomor tiga di Dunia yang tetapkan UNESCO yang terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.
Wujud kebersihan desa Penglipuran bisa dilihat di sepanjang jalan yang terdapat parit saluran air di kanan kiri selebar 50 cm dengan sanitasi yang sangat lancar.
Penglipuran tak hanya mendapatkan penghargaan sebagai desa terbersih di dunia, melainkan pernah mendapatkan penghargaan lain seperti Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourism Award, dan Top 100 Sustainable Destination, demikian keterangan di situs UKM Indonesia.
Menariknya, baru-baru ini UN Tourism mengumumkan daftar 52 desa terbaik di dunia dalam ajang tahunan Best Tourism Villages 2025 yang disampaikan pada 21 Oktober 2025 di Madrid, Spanyol, dengan dihadiri perwakilan dari berbagai negara anggota.
Ajang ini menyoroti desa-desa yang berhasil menggabungkan pelestarian budaya, inovasi, dan keberlanjutan pariwisata dalam pengelolaan wilayah mereka.
Beberapa negara Asia yang masuk daftar antara lain Jepang, Indonesia, Korea Selatan, Vietnam, dan India.
Dari Indonesia, desa yang mendapat penghargaan adalah Desa Penglipuran di Bali, yang dikenal karena tata ruang tradisional dan budaya ramah lingkungan.
Penghargaan ini menjadi bukti desa Pelipuran memang patut dijadikan inspirasi oleh orang nomor satu di Kota Kalosara untuk masyarakat Kendari Semakin Maju. (TIM)














