Bone, Lensasatu.com – Dinding saluran induk irigasi di Dusun Baringeng Desa Matampabulu, Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone, Sulsel Ambruk Akibatkan dua pekerjaan meninggal dunia dan satu pekerjaan mengalami Luka berat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (8/4/2023) sekitar pukul 12.00 siang saat korban sedang melakukan persiapan pengerjaan pada dinding irigasi tersebut
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasdar, ST., Selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dan Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi Kabupaten Bone
Pada saat kejadian Korban Nasrullah Direktur CV Amar utama pemenang tender memang berada di lokasi bersama enam pekerja lainya. Namun cuman Nasrullah dan Kepala tukang yang berada diatas tembok bangunan
Informasi juga saya dapat dari Om nya (Nasrullah) bilang pekerjaan belum berjalan baru sementara dia bawa pekerjanya ke lokasi, karena sudah ada Rencananya sudah dia mau mulai pengerjaan. Kata Kasdar
Selanjutnya dikatakan Kasdar bahwa, Lima orang pekerja yang lain berada di Bendung hanya Nasrullah dan Kepala tukang yang ada di atas Bangunan.
“Disini antara Pak Nasrullah dan tukang yang berada di atas untuk mengkontrol ini saluran mungkin menunjukkan bahwa ini – ini yang mau dikerja tapi tiba tiba runtuh.” Ucapnya
Kasdar Mengaku, Ia mendapatkan informasi Awal terjadi Runtuhnya Bangunan Irigasi tersebut telpon dari Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan
“Pada saat saya ditelepon oleh pak Ketua DPRD, lama baru saya kesana Karena menurut saya tidak masuk akal Jadi saya antara percaya tidak percaya.” Sebutnya
Saat Awak media menanyakan penyebab runtuhnya bangunan tersebut, apakah penyebabnya karena kualitas atau memang sudah tua,? Sementara diketahui bahwa bangunan tersebut pernah di lakukan Rehab berat di tahun 2016
Jawaban Kasdar bahwa, bangunan Irigasi memang sudah keropos karena bangunan tersebut adalah bangunan Belanda dan sudah beberapa kali di dilakukan rehab.
“Inikan bangun dikerja pada jaman Belanda dan sudah banyak kali rehab sudah keropos, makanya diminta ketua P3 termasuk Aparat disana dia bilang kalau ada anggaran kedepan kita pentingkan dulu daerah disana ( Irigasi Bendung ).” Jawabnya
Kemudian ia juga menjelaskan terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sebelum penandatanganan Dia katakan sudah perketat Karena itu sudah kewajiban kontraktor dan di Anggarkan.
Sebelum tanda tangan kontrak kami sudah sampaikan semua bahwa yang pertama Alat pelindung Diri (APD ) harus dilengkapi sebelum berjalan pengerjaan kedua Pekerja semua harus terdaftar sebagai anggota peserta BPJS ketenagakerjaan.”
Menurut keterangan Camat Lamuru Ramli Marsuki yang di komfirmasi oleh Awak media melalui telepon selulernya mengatakan hal yang sama bahwa dua pekerja yang tewas adalah kontraktor bernama Nasrullah dan tukang bernama Anto.
” Waktu itu mereka sedang membuat stelling, tiba-tiba dinding runtuh menimpa kontraktor, Anto mencoba menolong namun dinding di sebelahnya ikut runtuh menimpa keduanya, ” Kata Ramli.
Ada pun identitas korban yang meninggal yakni, Nasrullah (52) warga Lingkugan Limpue Kelurahan Lalebata, Lamuru. Anto (35) warga Dusun Padang Loe Desa Matampabulu, Lamuru.
Sementara yang korban yang selamat, Isman (30) warga Dusun Padang Loe Desa Matampabulu, Lamuru. Isman mengalami luka parah pada pelipis kiri.
Reporter, Jumardi
Editor, Red













