DaerahKesehatanSulawesi Tenggara

Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sultra Gelar Aksi Penyemprotan Fogging di Dua Titik di Kota Kendari

776
×

Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sultra Gelar Aksi Penyemprotan Fogging di Dua Titik di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini

KENDARI – LENSASATU.COM|| Sebagai bentuk perhatian terhadap wabah DBD, Forum Pengurangan Resiko bencana (FPRB) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi penyemprotan fogging di dua titik di Kota Kendari pada Sabtu (20/1/2024) pagi.

 

Sekolah yang menjadi titik penyemprotan adalah SD Negeri 84 Kendari dan SMP Negeri 1 Kendari.

Ketua FPRB Sultra, Yudhianto Mahardika mengatakan bahwa fogging yang dilakukan dalam rangka upaya untuk meminimalisir penyakit demam berdarah dengue yang mulai ditemukan di kota Kendari.

BACA JUGA :  Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Bone Berikan Pengarahan

 

“Hari ini, kita lakukan langkah awal untuk meminimalisir penyebaran DBD yang sangat membahayakan semua orang terutama anak-anak”, ungkapnya.

 

Lebih lanjut, anggota DPRD Sultra ini mengaku jika pihaknya memfokuskan di sekolah sekolah terlebih dahulu karena anak kecil sangat rentan terkena DBD.

 

“Kita fokus di sekolah sekolah karena kita tau banyak anak kecil dan mereka berpotensi terkena DBD”, jelasnya.

BACA JUGA :  Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun BASARNAS Ke-52 Tahun, Bupati Ruksamin : Menyerahkan Bantuan Kendaraan Mobil Operasional

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 84 Kendari, Muh. Rasyid mengapresiasi langkah Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sultra yang melakukan fogging.

 

“Kami sebagai pimpinan berterimakasih atas aksi nyata yang dilakukan FPRB Sultra. Semoga ini terus berjalan untuk meminimalisir terjangkitnya anak anak kita”, tuturnya.

 

Di lokasi berbeda Abdul Hamid mengucapkan terimakasih untuk aksi nyata yang dilakukan FPRB Sultra dibawah Komando Yudianto Mahardika.

BACA JUGA :  PPK Diminta Bertanggung Jawab Atas Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi di Lamuru

 

“Tentunya, aksi fogging ini berdampak positif terhadap sekolah kami, karena ini merupakan langkah nyata dalam meminimalisir penyebaran wabah DBD”, bebernya.

 

Laporan: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *