HIPMAWANI-Sultra Tak Terima Tuduhan JASMIN Melalui Media Terkait Mahasiswa Mencuri di DPRD Konkep.

KONKEP, LENSASATU.COM|| Klarifikasi peryataan salah satu kadis atas nama jasmin terkait aksi demonstrasi yang mengatas namakan mahasiswa yang tergabung dalam hipmawani-sultra melakukan pencurian barang yang berada di dalam ruangan gedung DPRD konkep.

Mahasiswa wawonii yang terlibat dalam aksi demonstrasi pada 7 maret 2022 Sampai 12 maret 2022 tersebut di lakukan di gedung DPRD KONKEP sebagai mana meminta pihak DPRD KONKEP dan PEMDA untuk segera menyelesaikan kasus komflik yang terjadi di roko-roko .kec .wawonii tenggara .desa suka rela jaya.

Namun aksi yang di lakukan oleh mahasiswa wawonii yang tergabung dalam HIPMAWANI-SULTRA melalui tuntutan aksi mereka pihak DPRD KONKEP dan PEMDA KONKEP tidak mengindahkan terkait apa yang di inginkan masa aksi.

Dalam peristiwa aksi demonstrasi terjadi bentrok antara pihak satpol PP yang turut berda dalam pengamanan aksi demonstrasi yang di lakukan oleh HIPMAWANI-SULTRA.kata Irsan selaku jendeal lapangan. Minggu (18/04/22).

BACA JUGA :  *Alasan Anak-anak Papua Semakin Dekat Dan Akrab Bersama Satgas Pamtas Yonif 711/Rks*

Menjelang satu Minggu pendudukan kantor DPRD KONKEP tidak ada satu pun pihak terkait yang datang menemui mereka malahan tidak ada informasi bawa pihak DPRD KONKEP akan menemui mahasiswa yang tergabung dalam HIPMAWANI-SULTRA.

Masa aksi yang menilai bahwa pihak DPRD KONKEP ini tidak berani mengambil sikap Terkait adadanya komplik yang terjadi di lokasi pertambangan.

Menjelang beberapa menit mahasiswa yang berada di gedung DPRD mengadakan diskusi terkait meliat tidak ada kejelasan yang di berikan pihak DPRD KONKEP.

Dari hasil diskusi yang mereka lakukan akhirnya mereka berinisiatif untuk meningkatkan Deding tersebut yaitu gedung DPRD KONKEP .

BACA JUGA :  Forum Pemuda Buton Gelar Aksi Didepan Kantor Kejati Sultra, Ini Tuntutannya!!

Sebelum mereka meninggal kan gedung tersebut mereka mengatakan satu kegiatan yaitu kegiatan tetrikal yang di mana dalam tetrikal tersebut itu membungkus sebuah gabus berbentuk mayat lalu di bungkusnya dengan kain putih .

Sebagai mana dalam isi tetrikal tersebut menyatakan bahwa pihak DPRD KONKEP dan PEMDA KONKEP suda tidak ada.

Selesai melakukan kegiatan tetrikal masa aksi meninggal kan kantor tersebut sebagai mana mereka kecewe terhadap DPRD konkep.

Menjelang beberapa hari Keluar peryataan di salah satu media online bahwa mahasiswa meningal kan gedung DPRD telah mengambil barang-barang yang berada di dalam gedung tersebut.

Dan juga Jasmin mengeluarkan pernyataan bahwa mahasiswa wawonii yang tergabung dalam HIPMAWANI-SULTRA melakukan pencurian barang .

Meliat dari pertanyaan tersebut seluruh mahasiswa wawonii yang tergabung dalam HIPMAWANI-SULTRA merasa di rugikan di karenakan terlah mencoreng nama baik mahasiswa beserta lembaga besar yang berada di kabupaten Konawe kepulauan.

BACA JUGA :  Silaturahmi ke Forkopincam Barebbo, Kapolsek Iptu Dodie Hadiahkan Bibit Durian Musang King

Dengan adanya pernyataan tersebut seluruh mahasiswa wawonii akan melakukan pelaporan kepada pihak yang berwajib sebagai mana pak Jasmin suda melakukan PERYATAAN yang tidak sesuai dan tidak benar atas apa yang di sampai kan melalui media online yang dia terbitkan.

Maka dari itu mahasiswa wawonii yang tergabung dalam HIPMAWANI-SULTRA menuntut keras terhadap Jasmin sebagai mana untuk mempertanggung jawabkan perbuatan yang mencoreng nama baik lembaga dan mahasiswa baik dari kalangan masyarakat maupun kalangan mahasiswa bahwasanya mereka tidak menerima tuduhan yang di lontarkan oleh JASMIN.tegas Irsan.

Reporter: M Nasir

Editor: Agus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.