BONE, LENSASATU.COM – Relawan Kesehatan Indonesia dan Dinas Sosial Bone serta RSUD Tenriawaru bersinergi dalam penanganan dua warga terlantar dan kurang mampu
Dua warga yang tinggal di Eks Pasar Sentral Bone Sulawesi Selatan keduanya masing-masing bernama Ida dan Kausar saat ini dalam kondisi sakit. Ida sebelumnya tinggal di Jl. Soekawati, namun memilih tinggal di eks pasar sentral
Sementara Kausar yang bekerja serabutan ini terpaksa tinggal bersama anaknya dibangunan tersebut. Karena tidak mampu menyewa kamar kost, Kausar mengaku bahwa dirinya tinggal di Jl. Pemuda Kelurahan Sabilambo Kolaka.

Diketahui Sejumlah bangunan yang terbengkalai yang berada di eks Pasar Sentral jalan Agussalim, Kelurahan Macege Kecamatan Tanete Riattang Barat. Menjadi tempat tinggal beberapa warga pendatang maupun warga Bone sendiri.
Kedua Warga ini didapati sedang sakit oleh sejumlah personil Relawan Kesehatan dan Sahabat 88 foundation.
Untuk menindak lanjutinya, para relawan pun melakukan komunikasi dengan Dinas Sosial dan Satpol PP serta RSUD Tenriawaru Bone. Selasa (09/05/2023)
Dikatakan Zainal Ketua Relawan Kesehatan, Keduanya langsung dievakuasi ke Puskesmas Watampone untuk mendapatkan perawatan. Tidak lama kemudian keduanya dirujuk ke RSUD Tenriawaru untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Kami melakukan komunikasi dengan Dinsos dan Satpol PP dan RSUD Tenriawaru Bone agar keduanya bisa diberi pertolongan secepatnya. Alhamdulillah keduanya bisa ditangani dengan baik”, ungkap Zainal, Ketua Relawan Kesehatan.
Kepala Dinas Sosial Andi Mappangara mengatakan evakuasi terhadap warga tersebut setelah pihaknya mendapatkan laporan dari Relawan Kesehatan.
“Setelah kami mendapatkan laporan bahwa ada warga yang terlantar dan sakit, saat itu juga saya terjunkan anggota beserta dengan mobil Rescue.” Ucapnya, Rabu (10/05/2023)
Dikatakan, ketika dievakuasi Ida tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) namun Ia mengaku warga kelurahan macege dan KTPnya ada di kontrakan sebelumnya.
Kemudian Laki laki yang berdomisili di Kolaka Sulawesi Tenggara, kadis sendiri mencoba membangun komunikasi dengan dinas Dukcapil Bone
A. Mappangara menyebutkan, Setelah mendapatkan persetujuan bersangkutan kalau si Kausar mau berpindah domisili, yang sebelumnya di kolaka berpindah kebone.
Selanjutnya Dukcapil Bone Komunikasikan ke Dukcapil Kolaka untuk mengeluarkan data kependudukan Kausar di kolaka dan dipindahkan ke Bone. Itupun kata Kadinsos setelah mendapatkan persetujuan Kausar.
“Setelah terbangun Komunikasi dengan Dukcapil Kolaka tidak memakan waktu lama cukup 30 menit keterangan pindah domisili sudah keluar kemudian ditindaklanjuti dari Dukcapil,
“Ketika telah terbit Kartu keluarga (KK)nya, KK itulah yang digunakan masuk RSUD Tenriawaru kemudian mendapatkan pasilitas UHC program pemerintah Bone.” Pungkas Kadinsos Bone A. Mappangara.

Sementara Direktur RSUD Tenriawaru dr. H. A Muhammad Syahrir, M.Kes melalui kepala divisi Humas Andi Dedi Astaman Hamsa mengatakan setelah Sampai di RSUD Tenriawaru Pihaknya lansung melakukan pemeriksaan terhadap keduanya.
“Dokter dan perawat yang betugas di instalasi gawat darurat IGD hari itu, melakukan Tindakan pemeriksaan Tanda Vital Pasang Infus dan memberikan Obat Obatan terhadap ibu Ida.” Ungkapnya
Masi kata Dedi, Kausar sebelumnya dilakukan pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV ) yang bertujuan untuk mendeteksi adanya suatu kelainan, gangguan, perubahan fungsi organ tubuh dan masalah medis lainnya.
“Kemudian dilakukan pemasangan Infus dan periksa Lab kemudian Fotho Thorax juga memberikan obat obatan, selanjutnya pasien tersebut di tempatkan di Ruang perawatan lantai lima.” Ungkap Andi Dedi
Awalnya karena kata Dedi, Pasien tersebut tidak memiliki identitas secara lengkap sehingga Ia bersama Dinsos dan Dukcapil berkoordinasi dan menindaklanjuti hal tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
Mengingat juga program pemerintah daerah dalam hal ini bapak Bupati Bone yang biasa disebut UHC, tujuan dri program tersebut mengcover warga yang kurang mampu dan tdk memiliki identitas seperti bapak kaisar dan bu ida,
” Berdasarkan hasil tindak lanjut pasien tersebut dapat teratasi dan merasakan manfaat program UHC secara gratis yang dilaksanakan oleh pemda.” Tuturnya
Reporter : Jumardi
Editor : Red













