Daerah

Kasus Penganiayaan Karena Beda Pilihan di Pilkades berakhir Damai Dipolres Bone

579
×

Kasus Penganiayaan Karena Beda Pilihan di Pilkades berakhir Damai Dipolres Bone

Sebarkan artikel ini

BONE-LENSASATU.COM||Kasus penganiayaan Seorang Ibu paruh baya bernama Maupe (53) asal desa Mattoanging Kecamatan, Tellusiattinge berakhir damai

 

Dimana sebelumnya Maupe melaporkan Ruki ke SPKT Polres Bone atas penganiayaan yang dilakukan terlapor sehingga mengakibatkan kedua matanya bengkak dan menimbulkan luka memar dibelakang telinga.

 

Saat dikonfirmasi Maupe mengatakan, kejadian terjadi pada Sabtu 20 Agustus 2022, berawal saat dirinya berangkat ke kebun dan tiba-tiba dihadang Ruki (45) lalu menjambaknya hibgga anting – antingnya.

BACA JUGA :  Mewakili Pj Gubernur, Sekda Sultra Buka Secara Resmi Pembinaan Penyedia E-Katalog Lokal Lingkup Pemprov Sultra

 

“Memang ini Ruki sering bully saya tapi tak pernah saya gubris. Memang ini Ruki waktu Pilkades lalu 2021 di Desa Mattoanging dia menyuruh saya coblos salah satu calon desa tapi saya tidak menuruti perkataanya karna saya juga punya calon desa pilihanku,” sebut Maupe, Kamis, (22/09/2022).

 

Ironisnya ada beberapa orang disana melihat kejadian ini tak satupun yang melerai termasuk Neni masyarakat setempat.

BACA JUGA :  NasDem Menjadi Partai Ke Empat, AJP Ambil Formulir Pendaftaran Bacalon Wali Kota Kendari

 

Kasus tersebut berproses sehingga Kamis 22 September 2022 dilakukan rekonstruksi di kantor Mapolres Bone.

 

Dalam rekonstruksi masing-masing pihak membela diri bahkan Ruki terduga pelaku penganiayaan tidak mengakui perbuatanya.

 

H. Agung Mantan kades Mattoanging sekaligus pendamping Maupe, bersama Kepala Desa Mattoanging, yang hadir saat rekonstruksi duduk bersama mempertemukan kedua pihak di ruangan penyidik, dalam pembicaraan tersebut Akhirnya Ruki mengakui perbuatannya dan meminta maaf

BACA JUGA :  Pimpin Upacara Hantaru 2023, Pj Gubernur SulSel Serahkan 30.337 Sertipikat PTSL

Ruki mengaku dirinya menganiaya Maupe, Lantaran sakit hati sama Maupe yang menerima bantuan BLT Dana Desa.

Maupe dan Rukipun akhirnya saling memaafkan dan berjabat tangan serta membuat pernyataan perdamaian di hadapan penyidik dan Kepala Desa Mattoanging.

 

 

Reporter : Jumardi

Editor      : Agus

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *