Kepala Staf AL: Bertugas di Tengah Samudera Harus di Dasari Fisik yang Kuat

JAKARTA, LENSASATU.COM-Melaksanakan tugas yang berat di tengah samudera harus didasari dengan fisik yang sehat dan hanya bisa didapat dengan berolahraga. Fisik yang sehat tidak akan didapat dengan hanya berdiam diri di dalam kapal, duduk, makan tanpa melakukan olahraga. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono saat melaksanakan olahraga bersama seluruh prajurit jajaran Koarmada I bertempat di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Jumat (07/01).

Dihadapan para Pejabat Utama Mabesal, para Pemimpin Kotama dan seluruh prajurit, Kasal menegaskan agar mempertahankan kesamaptaan jasmani guna menunjang tugas para ksatria samudera, menjaga kedaulatan dan hukum di laut.

BACA JUGA :  Dahman Sirait Desak plt.Walikota Tanjungbalai sikapi persoalan peserta KIS PBI

“Saya berharap prajurit perkasa di tengah samudera ini harus memiliki fisik yang kuat karena tugas kalian adalah tugas yang berat di tengah samudera, jadi harus didasari dengan fisik yang sehat. Gunakan kesempatan berolahraga ini sebaik-baiknya apalagi telah didukung sarana prasarana,” ucap Kasal.

TNI AL akan terus membangun dan memperbaiki sarana prasarana di seluruh pangkalan dan satuan kerja TNI AL sehingga para prajurit bisa memanfaatkan fasilitas dan peralatan personel dengan baik. “Sarana dan prasarana sudah kita bangun seperti di Pondok Dayung sudah jauh berubah, ada kolam renang, lapangan voli, lapangan tenis, nanti ada lapangan futsal, dan sebagainya itu untuk kalian semua dan untuk mempertahankan kesamaptaan jasmani,” terang Laksamana Yudo.

BACA JUGA :  Andi Akmal Palsuddin Dorong Pemerintah Agar Menegakan Harga Jagung sesuai HPP di Kabupaten Bone

Kegiatan olahraga bersama diawali dengan peninjauan Kasal ke fasilitas Satuan Korps Pasukan Katak (Kopaska), fasilitas olahraga, dilanjutkan dengan senam SKJ 88, jalan sehat mengelilingi Pondok Dayung dan dilanjutkan dengan peninjauan kesiapsiagaan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang sedang sandar di Dermaga Sunda Pondok Dayung yaitu KRI Sutanto-377, KRI Teluk Sabang-544 dan KRI Wiratno-379. Mengakhiri kegiatan tersebut Kasal berkesempatan untuk meninjau Slipway yang merupakan suatu landasan dengan kelandaian tertentu yang dibangun dipantai untuk meluncurkan kelaut ataupun menaikkan kapal dari dan ke daratan.

BACA JUGA :  Gila!! 1 Juta Kg Minyak Goreng Ditimbun di Medan

Reporter: Rudi Hartono

Editor”Ainun

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.