BONE, LENSASATU.COM – Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Dirjen Dukcapil kemendagri semester ll tahun 2023, jumlah penduduk Kabupaten Bone pada keadaan Desember 2023 adalah 820,510 jiwa, Terdiri dari 400.508 jiwa laki – laki dan 420.002 jiwa perempuan.
Rasio jenis kelamin kabupaten Bone 95,36%. Artinya setiap 100 jiwa perempuan terdapat 95 jiwa laki laki. Hal ini diungkapkan H. A. Saharuddin, S.STP. M. Si., Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bone.
Terkait dengan kesiapan Pilkada, untuk Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari kemendagri sudah diserahkan ke KPU.
“Jadi data tersebut sama semua datanya walaupun diserahkan dari pusat tetapi data itupun tetap digunakan sampai di KPU kabupaten kota yang akan melakukan Pilkada, ” Kata A Sabaruddin, Senin (29/07/2024) disalah satu Cafe.
Adapun DP4 untuk Pilkada yang telah diserahkan oleh kemendagri ke KPU 611.404 jiwa penduduk potensial pemilih pada pilkada 2024 dari jumlah penduduk tersebut adalagi pemilih pemula.
Disebutkan, Pemilih pemula untuk kabupaten Bone by sistem mereka ditarget 30 ribu jiwa, jadi wajib KTP bagi pemula ditahun ini berdasarkan sistem yang pihaknya gunakan yaitu 30.484, dari data itu 17 ribu lebih terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pengakuan A Sahar, 17 ribu wajib KTP itu Ia bisa sisir, petakan dimana mana saja mereka berada, sebab mereka terintegrasi dengan data yang ada disekolah.
” Karena data tersebut ada di sekolah salah satu cara untuk mengakomodir target kami adalah melaksanakan layanan keliling jemput bola di sekolah-sekolah, ” Ucapnya.
Jemput bola tersebut sebenarnya sedikit terlambat yang mana diketahui kabupaten Bone memiliki 27 kecamatan, kata Andi Sahar kenapabaru dimulai di bulan Juli, karena terkendala dengan anggaran oprasional.
Selama Satu bulan Disdukcapil telah melaksanakan layanan jemput bola di Empat sekolah, diantaranya. SMA Negeri Ulaweng, SMA Negeri Tokaseng, MAN 2 dan SMA Negeri 13.
” Layanan ini dianggap penting untuk menertibkan Administrasi kependudukan atau dokumen kependudukannya, juga bagian dari mengawal dan mensukseskan Pilkada 2024, ” Sebutnya.
Disamping itu A Sahar menyampaikan bahwa, Disdukcapil Bone saat ini dihadapkan dengan anggaran yang dianggap tidak baik baik saja. Namun bukan berarti mereka tidak bisa berbuat apa apa, Ia akan melakukan step by step.
A Sabaruddin berharap, untuk mendekatkan pelayanan di tingkat Desa, solusinya pengadaan perangkat atau alat perekaman di 27 kecamatan
” Kalaupun itu tidak bisa dipenuhi karena terkendala anggaran, setidaknya di Empat titik dulu perwakilan wilayah utara, selatan, barat dan Satu di Mall Pelayanan Publik, tapi sampai sekarang tidak terealisasi, ” Harap A Sahar.
” Karena akar persoalannya adalah jumlah penduduk kita yang besar dan wilayah yang cukup luas sementara perangkat atau alat serta jumlah dan kualitas SDM terbatas, ” Pungkasnya.













