Metro Kota

Kontruksi Pembangunan Jembatan Rp 6,8 M di Bone Roboh Dihantam Banjir

747
×

Kontruksi Pembangunan Jembatan Rp 6,8 M di Bone Roboh Dihantam Banjir

Sebarkan artikel ini

BONE, LENSASATU.COM|| Jembatan Sungai Garimpang yang semantara dalam tahap pengerjaan Ambruk, yang berlokasi Desa Kalero Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone Sulawesi Selatan

Ambruknya jembatan tersebut diakibatkan Meluapan Air sungai Garimpang saat hujan deras dan hantaman kayu besar yang ikut hanyut saat banjir, Padahal pembangunan jembatan senilai Rp 6,8 miliar itu belum rampung sepenuhnya dan masih dalam tahap pengerjaan.

Salah satu Warga desa Nawir sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena dia mengatakan pengerjaan jembatan itu tidak akan bertahan lama dan meragukan kualitas jembatan tersebut.

BACA JUGA :  Wali Kota Kendari Tekankan Pentingnya Sinergi dalam MoU BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan se-Sultra

“Sangat diragukan ini belum dipergunakan mana belum ada bebanya sudah Ambruk, pekerjanya tidak teliliti padahal para pekerjanya sudah di beritahu bahwa sungai ini rawan banjir” ungkapnya

Sementara itu, robohnya jembatan dari dana PEN itu ditanggapi santai oleh Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Bone, H.Jibang

Dia mengatakan, Robohnya jembatan tersebut adalah hal yang biasa saja, dia menilai tidak terlalu mengkhawatirkan karena pekerjaan Masi berlansung.

BACA JUGA :  𝗣𝗮𝘀𝗸𝗶𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗺𝘂𝘀𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗟𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻, 𝗥𝘂𝗱𝗶: 𝗪𝘂𝗷𝘂𝗱𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿-𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗮𝘁𝗿𝗶𝗼𝘁 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗹𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮

“Tidak ada ji masalah. Mau dibongkar kembali rangkanya baru dipasang kembali. Kalau ada yang hilang, palingan bautnya ji, rangka baja tidak ada yang rusak,” ucap Jibang saat dikonfirmasi Lensasatu.com

Jibang memastikan, saat ini pihaknya sementara melakukan pengerjaan kembali. Apalagi dia berdalih betonnya sebagai pondasi struktur baja jembatan tidak ada yang rusak.

BACA JUGA :  Polsek Tinanggea Kurang Responsif Terhadap Berbagai Laporan Masyarakat

“Tiang yang-dipasang itu kan hanya sementara nanti juga akan-diperbaiki karna masih dalam proses pekerjaan,” jelasnya

Masyarakat sekitar meminta agar pihak Terkait untuk melakukan peninjauan ulang terhadap peroyek jembatan yang dikerjakan oleh PT. Bersama Bangun Indonesia mandiri, karena diduga kuat, tidak dirancang untuk menahan derasnya Debit air.

Reporter: Jumardi

Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *