DaerahPolitik

Lestarikan Tradisi Mappere Hingga ke Mancanegara, Bukti BerAmal Cinta Budaya Lokal jika Terpilih

899
×

Lestarikan Tradisi Mappere Hingga ke Mancanegara, Bukti BerAmal Cinta Budaya Lokal jika Terpilih

Sebarkan artikel ini

BONE, LENSASATU.COM Andi Akmal Pasluddin Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bone nomor urut 3 terus melakukan belusukan ke kecamatan hingga kepelosok Desa.

Seperti yang baru baru ini menghadiri proses persiapan acara tradisi Mappere di Desa Padaidi Kecamatan Tellusiattingnge Kabupaten Bone.

Ritual berayun setinggi puluhan meter yang dikenal dengan Mappere oleh masyarakat setempat yang rutin dilakukan setiap tahunnya di bulan Oktober usai panen raya.

Andi Akmal Pasluddin Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bone nomor urut 3 melihat lansung prosesi persiapan Acara ritual Mappere

Pasangan Calon Bupati Bone Andi Asman Sulaiman yang ber tagline Beramal menyaksikan lansung prosesi penancapan dua pohon randu setinggi 20 meter.

” Kemarin saya berada di desa Padaidi, Tellusiattingnge bersama Teman teman untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan menyaksikan pemasangan Tiang secara bergotong royong, ” Kata Andi Akmal, Sabtu (19/10/2024).

BACA JUGA :  Hadiri Kegiatan Cafe Demokrasi, Camat Tanete Riattang Timur Sampaikan Beberapa Hal

Masih kata Andi Akmal, Pohon randu inilah yang kemudian digunakan dalam menggelar tradisi berayun, kemudian tali yang digunakan hanya tali rotan yang dibalut dengan kulit kerbau.

Ia melihat tradisi ini adalah gerak tradisi Bugis yang dikembangkan dalam gerak kreasi yang di iringi dengan musik tradisional.

” Tradisi Mappere ini harus terus dijaga dan dilestarikan, Insya Allah Beramal akan selalu mensupport, mendukung tradisi seperti ini karena ini bagian dari budaya dan identitas kita masyarakat Bone, ” Ungkapnya.

BACA JUGA :  Cetak e-KTP Dukcapil Bone Terhenti, Kadis Andi Sahar : Aktivasi IKD

Kedepannya beramal akan mencoba mengali tradisi ritual yang ada di kabupaten Bone, kemudian memperkenalkan ke mancanegara agar Bone bisa menjadi salah satu tujuan Wisata di Sulawesi Selatan.

” Beberapa daerah mejadi tujuan wisata seperti Tanah Toraja yang kental dengan ritual tradisi budayanya juga keindahan alamnya, kabupaten Bone juga tidak kalah dengan itu, cuman pengelolaanya saja yang kurang, ” Pungkasnya,

Amiruddin salah satu warga mengatakan dalam ritual ini melibatkan delapan orang yang terdiri dari Lima perempuan memakai baju bodo dengan celana panjang dan tiga laki laki yang memakai baju lengan pendek dan celana setengah lutut.

BACA JUGA :  Ini Pesan Dandim Hadiri Rangkaian HPN 2023 di Pantai Tete

” Lima perempuan itu nanti bergantian satu persatu untuk di ayun atau bahasa Bugis di Pere melayang diatas ketinggian 20 meter tanpa menggunakan pengaman, ” Jelas Amir

Dijelaskan lebih lanjut, Sementara ketiga orang pemuda membantu para gadis berayun dengan menggunakan tali dari kiri ke kanan untuk meninggikan ayunan

Kata Amir, sebelum Mappare dimulai terlebih dahulu pemuka adat menggelar ritual untuk meminta keselamatan bagi para wanita yang akan diayun.

” Wanita yang harus menaiki ayunan ini merupakan para kembang desa, yang telah dipilih sebelumnya bukan asal di tunjuk begitu saja, ” Tuturnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *