KOLAKA – LENSASATU.COM.|| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Batch 2 Universitas Halu Oleo (UHO) yang bertugas di Desa Ulu Lapao-Pao menggelar kegiatan sosialisasi anti-bullying di SDN 1 Ulu Lapao-Pao. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap tumbuh kembang generasi muda di wilayah pedesaan.
Kegiatan sosialisasi tersebut disambut antusias oleh siswa-siswi SDN 1 Ulu Lapao-Pao. Mereka diajak untuk memahami apa itu bullying, dampaknya terhadap korban, serta cara mencegah dan melawannya sejak dini.
Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa anak-anak adalah tonggak peradaban bangsa. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental mereka sama artinya dengan menjaga keberlangsungan masa depan bangsa.
“Bullying bukan sekadar masalah kecil. Jika dibiarkan, bisa menghancurkan mental anak-anak dan merusak semangat belajar mereka. Maka, penting bagi kita semua untuk peduli,” jelasnya.
Selain memberikan materi, mahasiswa KKN juga melibatkan siswa dengan metode interaktif seperti tanya jawab dan simulasi sederhana agar anak-anak lebih mudah memahami pesan yang disampaikan. Cara ini dinilai efektif karena sesuai dengan usia mereka yang masih berada di bangku sekolah dasar.

Lebih lanjut, pihak KKN menyoroti maraknya kasus bullying yang terjadi tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat dan media sosial. Kehadiran teknologi, khususnya kepemilikan gawai dan akun media sosial pada anak-anak, dinilai menjadi tantangan baru yang harus mendapat perhatian orang tua.
“Sekitar 80 persen anak sekolah saat ini sudah punya handphone dan akun media sosial. Jika tidak dikontrol, ini bisa menjadi pintu masuk bullying dalam bentuk perundungan digital. Di sinilah peran orang tua sangat penting,” tambahnya.
Pihak sekolah mengapresiasi langkah mahasiswa KKN yang turut andil memberikan edukasi kepada siswa. Menurut mereka, kegiatan semacam ini sangat membantu sekolah dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik.
“Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UHO. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kami semua bahwa tugas mendidik anak tidak hanya di sekolah, tetapi juga melibatkan masyarakat,” ujar salah satu guru SDN 1 Ulu Lapao-Pao.
Para siswa terlihat aktif mengikuti sosialisasi, bahkan beberapa di antaranya mengaku baru mengetahui bahwa bercanda berlebihan yang menyakiti teman bisa termasuk tindakan bullying. Hal ini menjadi catatan penting bagi guru dan orang tua untuk terus memberikan arahan dalam keseharian anak.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini bisa meninggalkan kesan positif sekaligus mendorong perubahan perilaku di kalangan anak-anak sekolah dasar. Mereka menilai edukasi harus terus berlanjut, tidak hanya berhenti pada satu kegiatan sosialisasi.
“Anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang nyaman, bebas dari tekanan, agar bisa fokus belajar dan menggapai cita-citanya. Dengan begitu, mereka akan menjadi generasi yang sehat mental dan siap membangun bangsa,” pungkas perwakilan KKN.
Reporter: Red














