Kendari, Lensasatu.com — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Seleksi PON Beladiri II Cabang Olahraga Pencak Silat 2025. Ajang ini berlangsung sukses sejak 23 hingga 25 Agustus 2025 di Kendari, mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah se-Sulawesi Tenggara.
Pertandingan seleksi berlangsung ketat dan penuh semangat. Para pesilat muda berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya demi meraih tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar di Jawa Tengah pada tahun 2025 mendatang.

Ketua Umum IPSI Sultra, Andi Ady Aksa, menyampaikan apresiasi atas perkembangan cabang olahraga beladiri pencak silat di Sultra yang semakin pesat. Ia menekankan bahwa ajang seleksi ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan dan pengembangan kualitas atlet daerah.
“Kami melihat perkembangan yang luar biasa dari para atlet pencak silat Sultra. Seleksi ini adalah momentum bagi mereka untuk membuktikan diri. Kami berharap yang lolos nanti mampu berlatih lebih keras dan menunjukkan bahwa Sultra pasti juara di PON Jawa Tengah 2025,” ujar Andi.
Selain menjadi arena persaingan, seleksi ini juga memberikan motivasi besar bagi atlet-atlet muda untuk terus mengasah kemampuan. Dengan jadwal PON yang semakin dekat, persiapan mental dan fisik menjadi fokus utama. IPSI Sultra menegaskan bahwa pembinaan akan terus dilakukan secara berkesinambungan, agar para pesilat tidak hanya sekadar tampil, tetapi mampu bersaing dan membawa pulang prestasi terbaik.

PON Jawa Tengah 2025 akan menjadi ajang pembuktian bagi para atlet dari seluruh Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, IPSI Sultra optimis para pesilat yang lolos seleksi kali ini dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.














