Daerah

Pangdam XIV/Hasanuddin Dikukuhkan Sebagai BAAS, Begini Komitmen Pangdam

472
×

Pangdam XIV/Hasanuddin Dikukuhkan Sebagai BAAS, Begini Komitmen Pangdam

Sebarkan artikel ini

 

MAKASSAR-LENSASATU.COM|| Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han)., dan Ketua Persit KCK PD XIV Hasanuddin Ny. Desi Totok Imam, dikukuhkan sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

 

Pengukuhan orang nomor satu di Kodam Hasanuddin ini dilakukan oleh Kepala Deputi Balitbang BKKBN Nasional, M. Rizal Damanik, bertempat di Balai Pertemuan Hasanuddin Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar. Selasa (13/09/2022).

 

Pada kesempatan ini, Pangdam menyebut amanah yang diberikan kepadanya akan dilaksanakan dengan maksimal disertai komitmen dan harapan, semoga semua bisa tercapai sesuai yang ditargetkan.

 

Bahkan Mayjen Totok juga mengatakan, pihaknya bersama jajaran Kodam Hasanuddin akan bersama-sama dalan melaksanakan komitmen dari amanah ini.

BACA JUGA :  Menyoal Seorang Narapida Lolos 10 Besar Seleksi KPUD Busel, Ini Tanggapan Ketua KPU Provinsi Sultra

 

Selain Pangdam dan Ketua Persit KCK PD XIV Hasanuddin, Danrem dan Dandim di jajaran Kodam Hasanuddin juga dikukuhkan sebagai BAAS.

 

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami dan seluruh jajaran Kodam Hasanuddin akan berkomitmen kerja keras mendukung program pemerintah dan mencapai standar minimal nasional 24,4 persen. Saat ini di wilayah Kodam Hasanuddin masih berada pada angka 27 persen,” Tuturnya.

 

“Ada 325 ribu lebih angka stunting di Sulsel dan 481 anak asuh. Semoga bisa menurunkan angka stunting seperti yang diharapkan. Masalah stunting bukan masalah kita sendiri tapi masalah nasional dan bahkan internasional. Sehingga penanganannya harus bersama-sama,” Sambungnya.

BACA JUGA :  Program Pangan Nasional Dihantui Celah Pengawasan, Bone Siap Jadi Pengawal

 

“Kami komitmen untuk laksanakan yang terbaik dengan memberdayakan potensi yang ada, sehingga target 2024 bisa tercapai. Bersama-sama kita gas poll,” Tandas Pangdam.

 

Di tempat yang sama, Kepala Deputi Balitbang BKKBN Nasional, M. Rizal Damanik menjabarkan, stunting merupakan gangguan tumbuh kembang (tumbang) bayi akibat kurang gizi secara kronis.

 

” berbicara stunting jika dikaitkan kurang gizi, tidak berarti hanya persoalan kebutuhan pangan dan kesehatan saja. Tetapi banyak faktor yang meliputi kejadian stunting. ” Jelas M. Rizal

BACA JUGA :  Polemik Baliho Musprov Kadin Sultra Mencuat, Panitia Pastikan Tak Ada Unsur Politis

 

 

Lebih lanjut dikenal dengan faktor sensitif dan faktor spesifik. Air bersih menjadi salah satu persoalan. Masih banyak masyarakat dari 34 provinsi belum bisa mengakses air bersih.

 

 

“Dibutuhkan konvergensi lintas sektor dan antisipasi berbagai pihak dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Indonesia,” Ujarnya.

 

Senada dengan deputi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Andi Rita Mariani, pengukuhan BAAS menjadi bagian dari aksi run fasting penurunan stunting.

 

“angka stunting yang masih berada di atas angka nasional, yaitu sebesar 27,4 persen.”

 

 

 

Reporter : Jumardi

Editor      : Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *