Daerah

Rangkaian HJB 694, Ini Benda Yang Dibersihkan di Upacara Mattompang Arajang 

2225
×

Rangkaian HJB 694, Ini Benda Yang Dibersihkan di Upacara Mattompang Arajang 

Sebarkan artikel ini
Proses Mattompang Arajang ( pembersihan benda pusaka Bone)

BONE, LENSASATU.COM Mattompang arajang adalah salah satu acara ritual budaya masih dilaksanakan sampai sekarang di Kabupaten Bone dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bone (HJB).

 

Upacara adat Mattompang Arajang yaitu ritual proses pembersihan benda-benda kerajaan Bone yang melibatkan pemimpin, tokoh, dan para Bissu sebagai pelaksana.

 

Di ungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Bone Drs. Andi Islamuddin, M.H bahwa, Adapun Benda-benda yang dibersihkan adalah benda-benda peninggalan Raja-raja Bone seperti senjata dan benda-benda kerajaan.

 

” Yang dimaksud dengan arajang adalah benda atau sekumpulan benda yang sakral karena memiliki nilai magis dan pernah digunakan oleh para raja atau pembesar kerajaan,” Ucap Pj. Bupati Bone. Jumat (19/04/2024)

BACA JUGA :  Rangkaian HPN 2023, Komandan Brimob Bone Berbaur Bersama Wartawan di Pantai Tete

 

Kemudian Ia menjelaskan, Benda-benda tersebut disimpan secara khusus dan sangat dihormati, Seperti.

 

TEDDUNG PULAWENG (Payung emas)

SEMBANGENG PULAWENG (Selempang emas)

LATEA RIDUNI (Kalewang)

LASALAGA (Tombak)

ALAMENG TATARAPENG (Senjata adat tujuh atau Ade’ Pitu).

 

Mattaompang Arajang biasa juga disebut Massossoro Arajang Pertama kali dilaksanakan, pada saat sang raja telah menggunakan pusaka-pusaka tersebut,

BACA JUGA :  Erwin Usman: Joko Widodo dan Baju Buton!!

 

” maka disitu sang raja menyuruh para pembantunya untuk membersihkan atau menyucikannya kembali. Dari situlah dilakukan secara turun temurun hingga sekarang ini, ” Jelasnya.

 

Acara mattompang ini bertujuan untuk merawat seluruh benda-benda peninggalan kerajaan Bone di masa lalu.

 

” Dengan begitu, benda-benda tersebut dapat dilestarikan sehingga dapat menjadi salah satu bahan edukasi/pembelajaran bagi generasi selanjutnya, ” Paparnya

 

Masih kata Pj. Bupati, Benda-benda kerajaan tersebut merupakan suatu bukti otentik, bahwa di Bone pernah ada kerajaan yang memiliki pengaruh besar yang turut mewarnai blantika Sejarah Nasional di Indonesia.

BACA JUGA :  Sinergitas Tak Tergoyahkan, Dandim 1407/Bone Rem 141/Tp Bersama Kapolres Bone Dan Danyon Brimob Pimpin Apel Bersama

 

Selain itu, acara mattompang arajang dilakukan untuk menghargai jasa para pendahulu Tanah Bone.

 

“mereka (para pendahulu. red) telah meletakkan batu pertama sehingga terbentuknya Kabupaten Bone sekarang ini dan mewariskan harta tak ternilai kepada generasinya melalui perjuangan dan pengorbanan jiwa dan raga, ” Pungkasnya.

 

 

Jumardi Ricky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *