BONE, LENSASATU.COM – Masyarakat Desa Tassipi kecamatan Amali Kabupaten Bone membangun jembatan penghubung antar desa berada diatas sungai dengan menggunakan dana swadaya masyarakat, Jumat (03/01/2025).
Masyarakat juga menganggap Pemerintah Desa Tassipi lamban dan terkesan tidak peduli, sementara mereka merasa sudah terperangkap dalam krisis infrastruktur jalan usaha tani.
Aldi masyarakat Desa Tassipi mengatakan, di tengah kurangnya perhatian dari pemerintah Desa menjelang panen Raya, mereka mengambil inisiatif untuk memperbaiki Jembatan usaha tani yang sudah rusak parah.
Diungkapkan, jembatan tersebut juga menghubungkan desa Tassipi, Ajang laleng dan desa Tacipong, bertujuan untuk memudahkan jalur transportasi, khususnya bagi petani Jagung yang di ketahui disebrang ada sekitar kurang lebih 20 hektare Lahan kebun jagung.
Masyarakat pun beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan jembatan ke Pemerintah Desa, Sudah Tiga tahun usulan tersebut tidak juga terealisasi.
” Sudah beberapa kali Kami mengajukan cuman tidak di gubris karena beda dukungan waktu pemilihan kepala Desa lalu,” Ungkapnya.
Lanjut kata Aldi, Untuk mengangkut hasil Panen jagung. Petani harus melewati sungai Arusnya yang sewaktu waktu bisa meluap dan membahayakan nyawa mereka.
” Itu dapat membahayakan pengendara kendaraan, kami menggunakan sumber daya dan tenaga sendiri, semua bergotong-royong untuk memperbaiki infrastruktur vital ini agar lebih nyaman berkendara, ” Kata Aldi.
Selain itu jelas Aldi, tindakan ini menunjukkan semangat gotong-royong masyarakat dan sikap pemerintah yang tidak peduli terhadap masyarakatnya.
” guna mendukung akses para petani kami masyarakat membuat jembatan darurat dengan menggunakan batang lontar, ” Tuturnya.
Kepala Desa Tassipi Abd Karim yang dikonfirmasi melalui Sekertaris Desa (Sekdes) Supriadi mengungkapkan bahwa jembatan tersebut memang rusak sebab lokasi langganan banjir.
” Setiap tahun Banjir dan awalnya hanya retak, parahnya minggu kemarin lonsor semua. Sehingga jembatan itu sudah tidak bisa di lewati lagi kendaraan, ” Ucap Supriadi.
Sekdes juga tidak menepis kalau masayarakat selalu komunikasi terkait permintaan pembangunan jembatan di tahun 2025 cuman diprioritaskan perbaikan jalan menuju ke jembatan dulu.
” Kami belum bisa menganggarkan pembangunan jembatan di tahun 2025 karena percuma juga kita anggarkan jembatan sementara jalan menuju kesana tidak bisa diakses mobil untuk membawa material, ” Sebutnya.
Pembangunan tersebut akan dilakukan bertahap kemudian untuk jembatan akan di anggarkan Tahun depan, karena ungkap Sekdes andaikan Akses jalan bagus tahun ini pasti Dianggarkan.
” Ini bukan persoalan beda dukungan, karena kalau kita berfikiran seperti itu saya rasa pembangunan Desa tidak ada yang jalan, kita membangun di desa berdasarkan kebutuhan masyarakat, ” Pungkasnya.













