Disikat tanpa ampun saat Ramadan, motor balap liar disita dan ditahan hingga Lebaran—tak ada toleransi bagi pelanggar yang mengubah jalan raya jadi sirkuit.
Bone, LensaSatu.com || Tak ada ruang bagi balap liar di bulan Ramadan. Setelah sebelumnya menindak di sejumlah titik, Satlantas Polres Bone kembali menggulung aksi kebut-kebutan yang meresahkan warga. Total 56 unit sepeda motor disikat dari jalanan dan diangkut ke Mapolres Bone.
Penindakan keras ini dipimpin langsung Kasat Lantas AKP Musmulyadi bersama Tim Bali
Satlantas dan Sat Sabhara.
Adapun Titik yang Disapu Bersih diantaranya.
•Jalan Raya Desa Usa, Kecamatan Palakka.
•Desa Abbumpungeng (Lerang)
•Jalan Poros Bone–Wajo, Desa Solo, Kecamatan Dua Boccoe.
•Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bone.
Aksi para remaja itu terjadi dini hari hingga menjelang subuh. Begitu patroli datang dengan sirine meraung, para pembalap dan penonton kocar-kacir menyelamatkan diri. Namun puluhan motor tak bisa lolos.
Dari hasil pemeriksaan, hampir seluruh kendaraan telah dimodifikasi tak sesuai standar pabrikan. Knalpot brong mendominasi, memekakkan telinga warga dan mengganggu pengguna jalan.
“Benar, kami kembali mengamankan puluhan motor dari beberapa lokasi. Ini respons atas keresahan masyarakat,” tegas AKP Musmulyadi, Kamis (26/02/2026).
Kasat Lantas AKP Musmulyadi menegaskan, balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa.
Tak hanya ditilang, kendaraan yang diamankan baru bisa diambil setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan syarat ketat.
•Surat-surat kendaraan wajib lengkap
•Motor harus dikembalikan ke kondisi standar (tanpa knalpot brong dan modifikasi ilegal)
“Ambil setelah Lebaran. Bawa surat lengkap dan kendaraan wajib kembali standar,” tegas Kasat Lantas.
Orang Tua Diminta Turun Tangan karena mayoritas pelanggar masih berusia muda. Polisi memberikan pembinaan langsung di Mapolres, namun peran orang tua dinilai krusial.
“Kami imbau orang tua awasi anaknya, terutama usai salat subuh. Jangan dibiarkan keluyuran lalu ikut balap liar,” ujar AKP Musmulyadi.
Dia mengingatkan, sensasi sesaat di jalan raya bisa berujung petaka panjang.
Satlantas memastikan patroli akan terus digencarkan selama Ramadan. Titik-titik rawan sudah dipetakan dan siap ditindak tanpa kompromi.
“Jalan raya bukan sirkuit. Siap balap liar, siap motor disita, ” Pesan Kasat Lantas.













