BONE-LENSASATU.COM||Salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam upaya meningkatkan populasi ternak sapi, adalah diduga adanya penerima ternak bantuan yang masih nakal.
Dengan sengaja memperjual belikan ternak yang seharusnya dikembangbiakkan untuk bantuan bergulir bagi petani ternak lainnya
Hal ini pun menjadi temuan BPK lantaran bantuan bibit sapi yang disalurkan jumlah sapi per kelompok tidak didasarkan atas kinerja yang jelas.
Selain itu berdasarkan berita acara serah terima juga menunjukan bahwa penyaluran batuan sapi tersebut tidak sesuai dengan jumlah anggota kelompok.
Hal tersebut berdasarkan dari Hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban belanja barang dan jasa Dinas Peternakan Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang diserahkan kepada masyarakat
Dari data yang dihimpun dimana hasil uji petik pada pemberian bantuan bibit sapi tahun 2021 sebanyak 4 bantuan sapi tersebut telah dijual oleh Kelompok Ternak Weddae I di Desa Patangnga Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone.
Diketahui hasil penjualan 4 ekor sapi tersebut dibagi kepada 10 anggota kelompok dan berdasarkan hasil konfirmasi, kelompok ternak tersebut tidak pernah mendapatkan informasi bahwa bantuan sapi yang diperoleh tidak boleh dijual.
Kepala Bidang Bina Produksi Bantuan Dinas Peternakan Andi Lili membenarkan hal tersebut. Menurut dia sapi tersebut telah dijual tanpa mengonfirmasikan ke Dinas.
“Iya betul 4 sapi itu sudah dijual tetapi digantikan dengan sapi lain dengan alasan kalau sapi tersebut tidak bisa berkembang biak,” ucapnya Selasa 1/11/2022.
Kata Lili, setelah mendapatkan informasi kalau sapi tersebut telah dijual dia langsung ke lokasi untuk menemui kelompok ternak yang dimaksud.
Saat dilokasi mereka memperlihatkan sapi pengganti yang sebelumnya sudah terjual.
“Apa pun alasannya sapi itu tidk boleh dijual karena itu bantuan. Kalau memang sapi tersebut mengalami kelainan setidaknya menginformssikan dulu ke Dinas apalagi menjualnya,” kata Andi Lili kepada kelompok ternak.
Andi Lili mengatakan akibat kejadian itu ia pernah menjalani pemeriksaan di Inspektorat.
Laporan: Tim
Editor Agus













