Daerah

Wakil Bupati Konut Buka Sosialisasi Deteksi Dini dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan

367
×

Wakil Bupati Konut Buka Sosialisasi Deteksi Dini dan Pengendalian Hama Tanaman Pangan

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Pangan

Kendari – LENSASATU.COM || Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Deteksi Dini dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Pangan untuk musim kemarau di wilayah Konawe Utara, di Hotel D’Blitz Kendari, Rabu, 19 November 2025.

Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Konawe Utara dan diikuti oleh 60 penyuluh pertanian dari berbagai kecamatan di Konut.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada peningkatan kapasitas penyuluh dalam mendeteksi dan mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) secara tepat.

BACA JUGA :  Pastikan Pilkades Serentak Tahap 2 di Kabupaten Bone Aman, Brimob Batalyon C Pelopor Lakukan In

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abuhaera mengungkapkan bahwa laporan terbaru dari Dinas Tanaman Pangan menunjukkan masih tingginya tantangan sektor pertanian, khususnya pada komoditas padi sawah.

Ia menyebutkan bahwa serangan penggerek batang masih menjadi ancaman utama, dengan total luas serangan mencapai 132 hektare.

“Jika kita melihat laporan tahun 2024, tantangan di sektor tanaman pangan masih cukup tinggi. Serangan terbesar terjadi di Kecamatan Andowia dan Oheo, disusul Sawa serta Motui,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rapat Paripurna Ranperda Pertanggungjawaban APBD TA 2021, Wabup Catatan Pemeriksaan BPK Sekarang Sudah Mencapai 90%

Selain penggerek batang, hama tikus juga masih menjadi masalah serius dengan luas serangan mencapai 127 hektare.

Sementara itu, keong mas tercatat menyerang sekitar 45 hektare lahan petani. Adapun OPT lainnya seperti blast, wereng, burung, dan lalat bibit relatif terkendali dengan tingkat serangan rendah serta sebaran yang tidak merata.

Menurut Abuhaera, kondisi ini menggambarkan bahwa ancaman OPT terus berulang dari musim ke musim sehingga memerlukan kewaspadaan dan penanganan yang cepat di lapangan.

BACA JUGA :  Polres Bone Bongkar Kasus Narkoba, Tiga Terduga Termasuk Seorang Ibu Rumah Tangga

Olehnya itu, Ia menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh, POPT, dan para petani yang tetap siaga melakukan pengamatan rutin sehingga data serangan dapat diperoleh secara akurat dan tepat waktu.

Dengan adanya sosialisasi ini, ia berharap kemampuan penyuluh dalam mendeteksi dan menangani OPT dapat semakin meningkat sehingga produksi tanaman pangan di Konawe Utara tetap terjaga, terutama menghadapi musim kemarau yang rawan terjadi ledakan hama.

Editor :red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *