BALI, LENSASATU.COM||Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memastikan stok dan harga sejumlah komoditas di Provinsi Bali tetap aman.
Kepastian tersebut didapatkan usai Komisi IV DPR RI melakukan tinjauan lapangan ke Pasar Badung di Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Selasa, 21 Desember 2022.

“Harganya lebih murah di banding dengan harga di tempat saya. Di Jawa Barat dan Banten ya terutama. Saya misalnya ke Pasar Rengasdengklok Karawang. Daging lokal sudah tidak ada, adanya daging impor. Daging impor harganya 110 ribu. Daging lokal 120 ribu. Di sini daging lokal harganya 110 ribu,” papar Dedi.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema, menuturkan bahwa harga cabai di Provinsi Banten mencapai 50 ribu per kilo gram. Sementara di Pasar Badung, harga cabai hanya Rp 30 ribu rupiah. Kemudian harga bawang merah di DKI Jakarta Rp 27 per kilogram, sementara di Bali Rp 25 ribu per kilogram.

“Jadi secara umum harga barang di sini lebih murah dengan harga pasar yang ada di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta,” ujar Dedi.
Dedi Mulyadi mengatakan selisih harga antara di pulau Jawa dan Bali terjadi karena produktivitas pertanian dan hortikultura di Bali termasuk tinggi. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto yang turut mendampingi dalam tinjauan lapangan tersebut.
“Jadi kesimpulannya jelang tahun baru stok aman, harga aman. Stok dan harga aman tapi yang lebih penting duitnya punya. Mudah-mudahan turisnya makin banyak, jadi orang Bali duitnya banyak,” ujarnya. #KunkerDPR
Laporan: Hms
Editor: Red














