Metro Kota

Wakil Wali Kota Kendari Terima Kunjungan Kementerian, Bahas Pengembangan Koperasi Merah Putih di Sektor Pertanian dan Peternakan

396
×

Wakil Wali Kota Kendari Terima Kunjungan Kementerian, Bahas Pengembangan Koperasi Merah Putih di Sektor Pertanian dan Peternakan

Sebarkan artikel ini
ketgam:Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menerima kunjungan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka pembahasan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)

Kendari-LENSASATU.COM||Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menerima kunjungan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka pembahasan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kendari, Kantor Balai Kota Kendari, Rabu (28/1/2026).

Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Koperasi, Prof. Ambar, bersama jajaran, yang memaparkan arah kebijakan nasional terkait penguatan Koperasi Merah Putih sebagai pilar pembangunan ekonomi kerakyatan di daerah. Wakil Wali Kota Kendari menyambut baik kunjungan ini dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung pengembangan koperasi berbasis potensi lokal.

BACA JUGA :  Bupati Konut H. Ruksamin Mengikuti Secara Langsung Rapat Musrembang RKPD Tingkat Provinsi Sultra

Dalam pemaparannya, Prof. Ambar menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih di sektor pertanian saat ini berada pada tahap pengembangan dengan total pipeline sekitar 5.000 koperasi yang terdaftar sesuai standar Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 011, 012, dan 013. Koperasi-koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dan distribusi hasil pertanian secara berkelanjutan.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Pimpin Apel Gabungan ASN di Halaman Kantor Bupati.

Distribusi koperasi pertanian secara nasional masih didominasi Pulau Jawa, dengan Jawa Timur sebagai provinsi terbanyak mencapai 1.214 unit, disusul Jawa Tengah sebanyak 770 unit dan Jawa Barat 617 unit. Di luar Pulau Jawa, Riau dengan 443 unit dan Aceh 362 unit menjadi daerah dengan kontribusi signifikan sebagai pusat pertanian potensial.

BACA JUGA :  Adi Jaya Putra Apresiasi Dirga Mubarak Sukses Gelar "BPC HIPMI Konsel Peduli"

Lebih lanjut dijelaskan, lanskap koperasi pertanian didorong oleh dua model bisnis utama, yakni spesialisasi dan diversifikasi. Spesialisasi tanaman semusim (KBLI 011) mendominasi dengan 1.910 unit, sementara pendekatan diversifikasi yang menggabungkan tanaman semusim dan tahunan (011+012) mencapai 1.785 unit. Adapun pertanian tanaman tahunan murni dan tanaman hias masih berada pada porsi yang relatif kecil.

Editor:Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *