DaerahNasional

Ketua DPD IMM Sultra Kecam Tindakan Represif Polisi, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri

580
×

Ketua DPD IMM Sultra Kecam Tindakan Represif Polisi, Desak Presiden Prabowo Copot Kapolri

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara, Alim Amri Nusantara, mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta

JAKARTA — LENSASATU.COM.|| Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara, Alim Amri Nusantara, mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Menurutnya, peristiwa yang bahkan memakan korban jiwa itu menunjukkan gagalnya Kapolri dalam mengendalikan jajarannya. Karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Kapolri dari jabatannya.

“Kami sangat menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh kepolisian terhadap demonstran hingga menyebabkan korban jiwa. Ini adalah bukti nyata bahwa Kapolri gagal meredam anak buahnya. Presiden Prabowo harus segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kapolri,” tegas Alim dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA :  Tentang Masa Depan PSMS, Edy Rahmayadi Angkat Bicara

Ia menegaskan, kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan hak konstitusional yang dijamin UUD 1945. Tindakan aparat yang membubarkan aksi dengan kekerasan dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia dan mencoreng citra kepolisian.

“Demonstrasi mahasiswa di DPR RI adalah bentuk ekspresi demokrasi. Tindakan represif kepolisian tidak hanya melanggar HAM, tetapi juga merusak citra institusi kepolisian,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kasat Polair Polres Bone Gagalkan Peredaran Detonator Bom Ikan Lintas Provinsi

Aksi yang digelar mahasiswa dipicu oleh kebijakan DPR terkait kenaikan gaji serta kenaikan pajak yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Ribuan mahasiswa dari berbagai organisasi turun ke jalan menuntut kebijakan tersebut dibatalkan.

Namun, aksi yang pada awalnya berlangsung damai berubah ricuh setelah aparat kepolisian melakukan pembubaran secara paksa. Bentrokan pun terjadi, menimbulkan banyak korban luka bahkan hingga jatuh korban jiwa.

IMM Sultra menilai aparat keamanan seharusnya lebih mengedepankan pendekatan persuasif. “Demonstrasi adalah ruang aspirasi, bukan ajang pembungkaman. Kepolisian harus lebih bijak dan humanis dalam menghadapi mahasiswa,” tutur Alim.

BACA JUGA :  Bupati Ikbar Resmikan Perubahan APBD 2025 Rp 1,45 Triliun, Tekankan OPD Harus Turun Lapangan dan Genjot PAD Konawe Utara

Selain mendesak Presiden mencopot Kapolri, IMM Sultra juga meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan demonstrasi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Harapan kami, aparat bisa lebih mengedepankan dialog, menghargai demokrasi, dan tidak lagi membungkam aspirasi rakyat. Jika Kapolri tidak mampu, Presiden Prabowo harus segera menggantinya,” pungkasnya.

Editor; Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *