Internasional

Ketua Komisi IV Titik Siharto Apresiasi Ketahanan Pangan Nusakambangan

467
×

Ketua Komisi IV Titik Siharto Apresiasi Ketahanan Pangan Nusakambangan

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (21/06/2026).

Cilacap – LENSASATU.COM || Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto melakukan kunjungan kerja di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Sabtu (21/06/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat program ketahanan pangan serta pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang telah dikembangan di pulau penjara ini.

Titiek yang didampingi Kepala Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, dan Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, melihat aktivitas narapidana di workshop batako dan paving block, peternakan unggas baik ayam maupun bebek petelur, persawahan, serta Balai Latihan Kerja (BLK) pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat dan pengolahan sampah.

BACA JUGA :  Hadiri Acara Investopia 2023 di Abu Dhabi, Ruksamin Berharap Ekonomi Investasi Konut dan Sultra Akan Bankit

Apresiasi tinggi diberikan Titiek kepada Menteri Agus beserta jajarannya yang telah berhasil menyulap lahan tidur di Pulau Nusakambangan menjadi lahan produktif dan membangun BLK. Selain meningkatkan ketahanan pangan sesuai dengan intruksi Presiden RI, pelatihan dan pengembangan keterampilan ini sangat bermanfaat untuk para napi sehingga bisa menjadi bekal saat kembali ke masyarakat nantinya.

BACA JUGA :  14 Negara Berpotensi Hancur Lebur Bila Perang Rusia-Ukraina Berkelanjutan, Bagaimana dengan Indonesia?

“Pulau yang memiliki image seram ternyata bisa menjadi friendly dan menghasilkan banyak produk yang bermanfaat. Semoga hal ini bisa diduplikasi dan diaplikasikan oleh Kementerian lainnya, terutama Kementerian yang berkaitan dengan ketahanan pangan”, ungkap Titiek.

Agus menjelaskan, rencana menghidupkan kembali lahan yang tidur tidak hanya merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah tetapi juga bertujuan untuk mencegah inflasi dan menjaga stabilitas harga di pasar. Hingga saat ini, pihaknya telah memanfaatkan sekitar 135 hektar lahan produktif di Pulau Nusakambangan dan melibatkan ratusan warga binaan dari seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam berbagai sektor usaha.

BACA JUGA :  Belajar dari Singapura, Wali Kota Kendari Perkuat Arah Smart City Berkelanjutan

“Berbagai masukan dan evaluasi dari Komisi IV DPR RI akan kami jadikan bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan, termasuk upaya-upaya perbaikan yang diperlukan”, jelasnya

Editor : red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *