Daerah

AAP Gelar FGD Pupuk Bersubsidi 2022, dan Alokasi Pupuk Subsidi 2023 di Bone

1298
×

AAP Gelar FGD Pupuk Bersubsidi 2022, dan Alokasi Pupuk Subsidi 2023 di Bone

Sebarkan artikel ini

BONE-LENSASATU.COM|| Legislator Komisi IV DPR RI Dr. H. A. Akmal Pasluddin (AAP) Dapil II Sulawesi Selatan Gelar Forum Grup Discussion (FGD) terkait Pupuk bersubsidi 2022, dan Alokasi pupuk subsidi di kab. Bone 2023 disalah satu hotel di kabupaten Bone Senin, (19/12/2022)

 

Kegiatan tersebut dihadiri Eddy PT. Pupuk Indonesia dan Andi Tenriawaru Kepala Bidang prasarana dan sarana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan TPHP Bone.

 

Andi Akmal mengatakan kegiatan hari ini guna mencari solusi terkait permasalahan pupuk ini, dimana subsidinya sekarang berkurang yang awalnya dari 30 triliun turun jadi 25 triliun

 

“Ekosistemnya juga harus diperbaiki jadi petani yang mendapatkan betul – betul tepat sasaran Karena ini kan pupuk subsidi yang diperuntukkan untuk petani yang memiliki lahan seluas 2 hektare ke bawah.” Kata AAP saat ditemui di selah kegiatan

BACA JUGA :  Yasir Machmud Dinilai Paling Siap Bertarung

 

Ia berharap nantinya tidak adalagi penyimpanan dipermasalahkan distribusinya, misalnya bisa dipindahkan antara kecamatan atau antara kabupaten

 

“Jadi sistem alokasi itu tidak bisa lagi dipermainkan atau dipindah pindahkan karena sudah berbasis Alokasi.” Jelasnya

 

Dikatan AAP Permentan no 10 tahun 2022 hasil panitia kerja bersama DPR komisi lV kita sederhanakan komoditas penerima pupuk subsidi dari 70 jadi 9 diantaranya, padi, jagung, kedelai, bawang merah, kemudian cabe, Kakao dan lain lainnya.

 

“Saya ini memfasilitasi agar mengurangi masalah menemukan solusi saling memberikan masukan mendengarkan kritik dari masyarakat ini menarik.” Ungkapnya

 

peserta FGD yang terdiri dari para penyuluh dan kelompok tani menyampaikan uneg-uneg dan keluhan terkait mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi hingga kekurangan dan bahkan stok pupuk subsidi yang langka.

BACA JUGA :  Dinilai Janggal, Siapakah Aktor dibalik Aksi FKPD 23 Agustus 

 

Tidak hanya itu, suara terkait perlunya tambahan tenaga penyuluh pertanian di lapangan hingga teknis penerapan Kartu Tani dan peserta juga mengusulkan terkait pupuk NPK agar dosisnya ditambahkan

 

 

“Karena selama ini yang banyak itu ureanya daripada NPK Sedangkan yang paling dibutuhkan petani itu NPKnya.” Ucap salah satu peserta.

 

Diketahui, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bone tahun 2023, terdiri dari Urea yang sebelumnya 59 ribu ton menjadi 85 ribu ton. Sedangkan NPK tetap 41 ribu ton.

 

Sementara Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Kabupaten Bone A. Tenriawaru mengatakan, supaya petani nyaman dan tidak kepanikan atas adanya regulasi yang memang harus kita jalankan untuk tahun 2023.

BACA JUGA :  Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik 2024 di Kendari

 

“Kalau bisa pihak BRI juga segera dihadirkan di forum ini karena ini kebijakan yang harus kita jalankan 2023 dengan penebusan pupuk subsidi itu harus dilakukan dengan menggunakan kartu tani sedangkan kebijakan penyaluran pengadaan dan penyaluran sampai ke tingkat petani itu berada pada kebijakan di Bank Rakyat Indonesia untuk Kabupaten Bone,” papar A. Tenri.

 

Mari kita doakan beliau Andi Akmal pasluddin, semoga keberlanjutan pada kepemimpinan beliau sebagai anggota Komisi IV DPR RI bisa terus membangun di Bone dalam memperhatikan petani.

 

“Perlu kami sampaikan ke forum, presentasi kebutuhan yang ada hanya 37% dari kebutuhan petani pupuk NPK sedangkan Urea mencukupi 90% dari kebutuhan petani,” pungkasnya

 

Reporter : Jumardi

Editor      : Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *