BONE, LENSASATU.COM || Upaya Pemerintah Kabupaten Bone untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia kembali mendapat pijakan baru. Senin (15/9/2025), Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Yasika Center Indonesia di Desa Tirong, Kecamatan Palakka.
Kehadiran SPPG ini menjadi tonggak penting implementasi program nasional Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Acara peresmian dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Muhammad Ishak, S.Sos., M.Sos., Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Demokrat H. Syahrir, jajaran Tripika Kecamatan Palakka, hingga mitra pelaksana MBG.
Sejumlah kepala OPD turut mendampingi, antara lain Kadis Kesehatan drg. Yusuf, Kadis Pertanian Nurdin, Kadis Kominfo Anwar S.H., M.H., serta Kadis Bina Marga H. Askar. Hadir pula aparat TNI-Polri dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone meninjau langsung dapur dan menu makanan yang akan disajikan kepada siswa sekolah penerima MBG. Andi Asman Sulaiman menekankan bahwa keberadaan SPPG bukan sekadar program seremonial, tetapi bagian dari upaya besar memutus rantai masalah gizi di daerah.
“SPPG ini bagian dari ikhtiar kita, memastikan anak-anak kita gizinya terpenuhi sehingga ke depan Bone memiliki SDM yang sehat dan berkualitas,” tegas Bupati.
Selain fokus pada gizi, Bupati juga mendorong agar SPPG mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ia meminta keterlibatan dinas terkait, mulai dari Dinas Ketenagakerjaan yang melatih tenaga kerja hingga Dinas Pertanian yang menyiapkan pasokan beras.
Meski program ini disambut positif, ada tantangan yang perlu diantisipasi, seperti konsistensi kualitas menu dan keberlanjutan pasokan bahan baku. Sosialisasi juga penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Namun di balik itu, kehadiran SPPG disambut penuh optimisme oleh warga. Ramlah, seorang ibu rumah tangga dan juga orang tua murid di Desa Tirong, mengaku lega anaknya yang duduk di bangku SD bisa ikut merasakan program MBG.
“Sebagai orang tua, saya merasa tenang. Kadang kami tidak sempat siapkan bekal lengkap untuk anak ke sekolah. Dengan adanya program ini, kami yakin anak-anak bisa makan bergizi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Syamsuddin , seorang petani lokal yang berharap program ini juga memberi peluang ekonomi.
“Kalau hasil panen petani bisa dipakai untuk bahan makanan di sini, tentu akan sangat membantu. Tidak hanya anak-anak sehat, tapi petani juga bisa merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Dengan hadirnya SPPG di Palakka, Pemkab Bone berharap program MBG tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.
Jika berhasil, model ini dapat menjadi rujukan nasional dalam menyinergikan program pusat dengan pemberdayaan masyarakat daerah.













