DaerahMetro KotaSulawesi Tenggara

Imbas Negatif Material Pembangunan Gedung Rektorat UM Kendari, Aliansi Mahasiswa UM Kendari Menggelar Aksi

668
×

Imbas Negatif Material Pembangunan Gedung Rektorat UM Kendari, Aliansi Mahasiswa UM Kendari Menggelar Aksi

Sebarkan artikel ini
Ketga : Aliansi Mahasiswa UM Kendari Bersama Warek 2 UM Kendari.

KENDARI-LENSASATU. COM. ||. Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari menggelar aksi guna menindak lanjuti Dampak Negatif Material Pembangunan Gedung Rektorat UM Kendari yang beberapa waktu lalu menjadi sebuah polemik terkhususnya pada masyarakat yang tinggal disekitar UM Kendari itu sendiri, pada Senin (13 Mei 2024).

Perkara ini bermula sejak adanya pembangunan gedung rektorat UM Kendari beberapa masyarakat disekitar harus was-was imbas material gedung sehingga merusak beberapa fasilitas rumah warga seperti genteng rumah.

Adapun beberapa tuntutan yang dipertegas oleh aliansi mahasiswa UM Kendari antara lain pertanggung jawaban pihak kampus dalam menyelesaikan perkara pembangunan gedung rektorat oleh masyarakat yang merasakan dampak negatif dari bangunan ini, mempertanyakan tindakan tegas pihak kampus dalam menjamin K3 para kuli bangunan yang diduga tidak sesuai dengan mekanisme regulasi UU Nomor 13 Tahun 2003, Serta meminta transparansi dana pembangunan gedung rektorat UM Kendari.

BACA JUGA :  Akibat Ingkar Janji,Sekolompok Warga Labuhan Deli Datangi Kelurahan

Aliokong selaku kordinator umum aksi menyatakan pada saat melakukan orasi di kampus UMK Kendari

“Bahwa gerakan yang dibangun merupakan upaya preventif dalam menyikapi problematika masyarakat terkhususnya yang ada diwilayah UM Kendari itu sendiri, mengingat citra kampus ini sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik nomor satu Se-Sulawesi Tenggara tidak mungkin menenggelamkan marwahnya sebagai cerminan PTS lainnya”tutur Sekbid Hikmah Cabang IMM Kota Kendari

Tidak lepas dari hal tersebut Supriyadi selaku korlap 2 dalam aksinya menegaskan

“Imbas negatif gedung rektorat UM Kendari cukup merugikan masyarakat yang berada di sekitaran gedung, maka dari itu kami aliansi mahasiswa UM Kendari mengecam keras atas adanya pembangunan gedung rektorat yang membuat warga resah dan tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas di sekitaran pembangunan gedung rektorat ini” beber Mahasiswa Febi UM Kendari ini.

BACA JUGA :  Listrik Pameran Informasi Pembangunan dan Kebudayaan Selalu Padam, Ini Kesalahan EO

Menyikapi adanya gerakan aksi yang dibangun oleh aliansi mahasiswa universitas muhammadiyah kendari, Wakil Rektor, 2 UM Kendari Dr. Rasmudin, S.H., M.H, mengundang beberapa perwakilan masa aksi termasuk korlap dan kordum aliansi mahasiswa untuk melakukan mediasi diruang Warek 2 UM Kendari itu sendiri.

Selama mediasi berlangsung Warek 2 UM Kendari menyatakan bahwa pihak kampus telah bertanggung jawab dalam mengganti rugi beberapa fasilitas rumah warga yang karena dampak negatif imbas pembangunan gedung rektorat ini

“Kami meminta maaf perihal keributan yang terjadi dimasyarakat dan akan melakukan tindakan lebih lanjut guna menyelesaikan masalah yakni dengan memasang jaring penghalang guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada rumah masyarakat yang merasakan dampak pembangunan gedung ini” Pungkas Rasmudin.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Tawainalu Salurkan BLT /DD Tahap VIII Di Bulan Agustus

Warek 2 ini kembali menjelaskan persoalan K3 dalam pembangunan gedung Rektorat kali ini

“Memang benar pengawasan K3 wajib untuk dilaksanakan mengingat anggaran yang dikeluarkan dalam pembangunan gedung rektorat ini diatas 3 M, yakni 10 M, maka dari itu pihak kampus akan mengambil tindakan tegas dengan melakukan pemecatan terhadap pekerja yang tidak menggunakan fasilitas K3 sesuai dengan mekanisme prosedur yang berlaku” tuturnya.

Aliokong selaku kordinator umum aksi kembali menegaskan paska mediasi dilakukan

“Kami berjanji akan terus mengawal kasus ini sampai pada titik penyelesaian semaksimal mungkin agar tidak terjadi lagi keresahan pada masyarakat disekitar imbas pembangunan gedung rektorat UM Kendari itu sendiri” tutupnya.

Reporter : Amn

Editor : Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *