EntertaimentJawa Tengah

Menkomdigi Meutya Hafid: PWI Harus Jadi Rumah Nyaman Bagi Wartawan, Pers Jadi Perekat Persatuan Bangsa

163
×

Menkomdigi Meutya Hafid: PWI Harus Jadi Rumah Nyaman Bagi Wartawan, Pers Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga persatuan bangsa

SURAKARTA – LENSASATU.COM.|| Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga persatuan bangsa. Hal ini terutama di tengah derasnya arus disinformasi, maraknya ujaran kebencian, serta tantangan besar yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) yang kian memengaruhi ruang publik dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya Hafid saat menghadiri acara Pengukuhan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Masa Bakti 2025–2030 di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Sabtu (4/10/2025). Dalam momentum tersebut, ia menyampaikan pesan penting bahwa dunia pers Indonesia harus senantiasa menjadi benteng terakhir dalam menjaga kualitas informasi yang sehat, sekaligus menjaga harmoni sosial dan persatuan bangsa.

Meutya menilai bahwa tantangan era digital tidak bisa dianggap sepele. Arus deras informasi melalui media sosial dan teknologi berbasis AI kerap menyulitkan masyarakat dalam membedakan mana berita yang benar dan mana yang tergolong hoaks. Oleh karena itu, pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali mempercayai karya jurnalistik yang berpegang teguh pada etika dan prinsip-prinsip profesionalisme. “Tantangan digitalisasi dan kecerdasan artifisial menyulitkan masyarakat melihat mana berita yang betul dan mana berita yang hoaks. Pemerintah mengajak masyarakat untuk kembali bersandar pada karya-karya yang patuh pada etika jurnalistik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kuswanto Siap Maju Pilcagub 2024 Atas Dorongan Sesepuh dan Masyarakat Jawa Tengah 1

Selain persoalan disinformasi, Menkomdigi juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan industri media di Indonesia. Menurutnya, media massa bukan hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar sebagai salah satu pilar demokrasi dan perekat kebangsaan. Dengan peran tersebut, media diharapkan tetap mampu hadir dengan karya jurnalistik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Pertamina Bantah Isu Kendaraan Pajak Mati Dilarang Isi BBM, Sebut Informasi Viral Hoaks

Dalam konteks penguatan profesionalisme wartawan, Meutya berharap PWI dapat memainkan peran strategis sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia. Ia menekankan bahwa PWI harus mampu memberikan dukungan penuh kepada para jurnalis agar tetap teguh menjaga independensi, integritas, serta mengedepankan nilai-nilai kebenaran dalam setiap produk jurnalistiknya.

“PWI harus menjadi rumah yang nyaman dan produktif bagi para anggotanya, agar lahir karya jurnalistik yang kredibel, independen, dan penuh integritas. Dengan begitu, PWI dapat menjadi contoh nyata bagaimana pers mampu beradaptasi di tengah perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri sebagai pengawal kebenaran dan perekat bangsa,” kata Meutya menambahkan.

Lebih jauh, ia juga mengingatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi pers, dan insan media perlu terus diperkuat. Menurutnya, kerja sama ini menjadi kunci untuk menghadapi tantangan bersama di era digital, sekaligus memperkokoh posisi pers sebagai salah satu fondasi penting kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanpa dukungan yang solid, baik dari sisi regulasi, ekosistem industri, maupun solidaritas antarjurnalis, pers akan kesulitan menjalankan peran strategisnya.

BACA JUGA :  Gagal ke Bali Karena Positif Covid-19, Pemkot Segel Lai Lai Fruit Market Malang

Acara pengukuhan pengurus PWI Pusat 2025–2030 di Surakarta ini sekaligus menjadi momentum penting untuk mempertegas arah organisasi ke depan. Dengan semangat baru dan dukungan pemerintah, PWI diharapkan semakin mampu menghadirkan iklim pers yang sehat, kritis, dan berintegritas, sehingga dapat benar-benar menjadi rumah yang nyaman bagi wartawan sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa di tengah kompleksitas dinamika zaman.

Editor: Ali Okong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *