KENDARI-LENSASATU. COM. ||. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja melaksanakan Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-VII di Hotel Zahra, Kota Kendari, pada Senin, 16 Februari 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi MUI Sultra untuk memilih kepemimpinan baru dan merumuskan program kerja untuk 5 tahun ke depan.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari (15-17 Februari 2026) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kabinda Sultra, Sekjen dan Wasekjen MUI Pusat, Staf MUI Prov. Sultra, Dirbinmas Polda Sultra, Kakanwil Kemenag Sultra, Ketua MUI Kab/Kota se-Sultra, dan perwakilan ormas keagamaan.

Rangkaian acara meliputi panel diskusi yang membahas peran kamtibmas, deteksi dini radikalisme, kebijakan Kemenag, serta implementasi KUHP baru. Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara MUI dan Polri dalam menghadapi tantangan narkoba, radikalisme, dan degradasi moral generasi muda.

Acara ini berakhir pada pukul 16.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, dengan penyerahan plakat, doa, dan foto bersama sebagai penutup. MUI Sultra optimis bahwa program Dai Kamtibmas dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan Polri hingga tingkat Kabupaten/Kota. *(Red)*













