Bone – Lensasatu.com Sulaiman petani Di desa Passippo kecamatan Palakka Kabupaten Bone mengeluhkan kelangkaan Pupuk, Kata Sulaiman Petani, Setiap musim tanam petani selalu dihadapkan pada kelangkaan pupuk.
“Selain Bibit unggul Yang dibutuhkan sekarang adalah pupuk, banyak petani yang mengeluh akibat kelangkaan pupuk organik. Kalau menggunakan pupuk non organik petani menjerit karena harganya tidak normal untuk kami para petani.” Kata Sulaiman.
Menurut dia Program Pemerintah IP400 4 kali tanam dan 4 kali Panen untuk meningkatan pendapatan petani disetiap desa bisa terwujud jika disupport dengan ketersediaan Pupuk.
“Program IP400 sangat bagus tapi kalau disupport dengan ketersediaan pupuk untuk Petani, walaupun ketersedian Lahan Dan Air tapi kalau pupuk langkah percuma juga.” ungkapnya
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. A. Asman Sulaiman mencoba melakukan gebrakan dengan mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk non organik subsidi.
“Kedepan kita akan bangun kawasan tanaman padi organik, agar pola konsumsi keamanan pangan pokok bisa terjaga,” kata Kadis Senin (09/01/2023).
Terkait penggunaan pupuk organik, Kadis A.Asman juga menjelaskan kedepannya akan menyiapkan pupuk organik dan ramah lingkungan secara berkelanjutan dan melakukan pendampingan utamanya kawasan pertanaman hortikutura
“Bisa saya kasih contoh, petani jagung kita rata-rata mandiri di Bone sebab setelah HPP 2018 di tetapkan. Upaya selanjutnya buka pintu kepada produsen pupuk cair organik setelah kita melakukan penangkaran masing-masing produk.” Jelasnya
” Dengan dukungan melalui dana desa , APBD kabupaten , APBD provinsi dan APBN hal ini bisa kita wujudkan.” Tambahnya
Mengenai pupuk bersubsidi kata A. Asman Pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dengan memenuhi perinsip 6T
“Pemberian pupuk bersubsidi ini haruslah memenuhi enam prinsip atau disebut 6T, yakni tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu” pungkasnya
Ia juga meminta dukungan semua pihak lintas terkait, terutama aparat, untuk mengawal distribusi pupuk bersubsidi sehingga tidak ada penyalahgunaan pupuk bersubsidi
“Kita sudah menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk mengawasi peredaran pupuk subsidi. Masyarakat juga kami minta turut mengawasi.” Terangnya
Distributor dan kios adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui RDKK
A. Asman mengatakan, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok hingga kebutuhan dua minggu ke depan hal tersebut dilakukan untuk mencegah kelangkaan saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.
“Tidak hanya itu saja, nantinya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).” Kata Kakak Kandung Gubernur Sulsel.
Upaya untuk penggunaan Kartu Tani tersebut secara menyeluruh di bone berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Hal ini diungkapkan Kadis A. Asman
Ia menjelaskan Untuk jumlah kuota tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Akan tetapi, kartu tani tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk
“Tujuannya adalah agar pupuk bersubsidi dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Persyaratan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran tertinggi Pupuk Bersubsidi.” Tuturnya.
Reporter : Jumardi
Editor : Agus













