Daerah

Plt Bupati Koltim Pimpin Rakor Strategis Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

306
×

Plt Bupati Koltim Pimpin Rakor Strategis Antisipasi Kekeringan dan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Pemda Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) antisipasi bencana kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat musim kemarau tahun 2026.

Kolaka Timur – LENSASATU.COM || Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Pemda Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) antisipasi bencana kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat musim kemarau tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rapat Lantai II Kantor Bupati Kolaka Timur, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Rabu (22/04/2026), sebagai langkah awal memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Rakor strategis itu dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., didampingi Sekretaris Daerah Koltim Rismanto Runda, S.Sos., M.M., serta Kepala BPBD Koltim Dewa Made Ratmawan, S.ST., M.T. Forum ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor guna menyatukan langkah dalam menyusun strategi mitigasi dan penanganan terhadap ancaman kekeringan maupun Karhutla selama musim kemarau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si., Ketua Komisi I DPRD Koltim Eka Saputra, S.T., Ketua Komisi II DPRD Koltim Suprianto, ST., MT, serta jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen bersama dalam mendukung langkah antisipatif pemerintah daerah, terutama dalam merumuskan kebijakan strategis yang efektif, terukur, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

BACA JUGA :  Kejurda Atletik se-Sultra Tahun 2025 Resmi Dibuka, Wagub Dorong Pembinaan Atlet

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda prioritas menjadi pembahasan utama, di antaranya upaya mitigasi dampak musim kemarau, penguatan pencegahan Karhutla, serta peningkatan sinergi antarlembaga. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang dapat muncul akibat perubahan cuaca ekstrem, termasuk ancaman berkurangnya ketersediaan air bersih dan meningkatnya titik rawan kebakaran.

Pada aspek mitigasi, Pemda Koltim menyiapkan langkah konkret untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan pengairan lahan pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dan kebutuhan dasar warga. Sementara dalam upaya pencegahan Karhutla, penguatan pengawasan dilakukan pada titik-titik rawan guna menekan potensi kebakaran yang cenderung meningkat saat musim kemarau berlangsung.

BACA JUGA :  AAP bersama Aher Gandeng PSDKP sosialisasi Pokmaswas, Wooow Begini Respon Masyarakat 

Rakor tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemda Koltim, TNI/Polri, dan relawan kebencanaan dalam merespons situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi faktor kunci dalam mendukung efektivitas penanganan bencana, baik pada tahap pencegahan, kesiapsiagaan, maupun respons darurat di lapangan.

Dalam arahannya, Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka menegaskan bahwa langkah proaktif dan kesiapsiagaan seluruh pihak sangat diperlukan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Ia meminta seluruh instansi terkait tetap siaga dan aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar dampak musim kemarau tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA :  Ini Pesan Dandim Hadiri Rangkaian HPN 2023 di Pantai Tete

Sementara itu, Sekda Koltim Rismanto Runda menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kesiapan teknis di lapangan. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait memastikan seluruh langkah mitigasi berjalan efektif dan terukur, mulai dari perencanaan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga kesiapan sumber daya manusia. Di sisi lain, Kepala BPBD Koltim Dewa Made Ratmawan menyampaikan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan Karhutla, termasuk identifikasi titik-titik rawan dan penyiapan langkah penanganan darurat.

Melalui Rakor ini, Pemda Koltim menunjukkan komitmen kuat dalam meminimalisir risiko bencana sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menghadapi musim kemarau tahun 2026. Selain memperkuat strategi mitigasi, forum ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan kolektif agar ancaman kekeringan dan Karhutla dapat diantisipasi secara dini, terpadu, dan berkelanjutan demi melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas pembangunan daerah.

Editor:red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *