Kendari-LENSASATU.COM||Mewakili Wali Kota Kendari, Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musarudin, menghadiri kegiatan Forum Dinas Pendidikan dan Sosialisasi Sekolah Garuda dengan tema “Penguatan Sinergi dan Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan Di Sulawesi Tenggara” . Kamis, (5/2/2026), kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam laporan panitia yang disampaikan Kabid Perencanaan dan Penganggaran Dikbud Sultra, Amriana, SE, MM, Forum ini menjadi wadah strategis untuk menjawab sejumlah persoalan pendidikan di Sulawesi Tenggara, di antaranya fragmentasi data pendidikan lintas kewenangan serta masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tercatat lebih dari 3.500 anak pada tahun 2025.
Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Prof. Dr. Aris, S.Pd., M.Hum. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Tenggara yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
”Peningkatan mutu layanan pendidikan bukan hanya tugas satu instansi, melainkan hasil dari sinergi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota,” ujar Prof. Aris saat membacakan amanat Gubernur Sultra.
Selain sosialisasi kebijakan daerah, forum ini juga menghadirkan Direktur Strategis dan Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Adry Findyartini, Ph. Dalam sambutannya, ia memaparkan konsep Sekolah Garuda sebagai upaya mendorong transformasi pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif di era digital.

SMA Unggul Garuda Baru tahap pertama akan dibangun di empat provinsi, salah satunya Sulawesi Tenggara yang berlokasi di Kabupaten Konawe Selatan, dan terbuka bagi peserta didik dari seluruh Indonesia melalui seleksi nasional.
Editor:Red














