BoneDaerah

Warga Bongkar Dugaan Penampungan Solar Subsidi di Bone, Nama LK Mencuat

72
×

Warga Bongkar Dugaan Penampungan Solar Subsidi di Bone, Nama LK Mencuat

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi

 

BONE – Dugaan praktik penampungan BBM subsidi jenis solar dalam jumlah besar kembali mencuat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kali ini, warga mengarahkan perhatian kepada seorang pria berinisial LK, warga Desa Ureng, Kecamatan Palakka. Warga menduga LK menampung solar subsidi yang para pelaku sedot dari tangki kendaraan setelah mengisi BBM di SPBU.

Sejumlah warga mengaku sudah lama melihat aktivitas tersebut. Mereka mengatakan para pelaku hampir setiap hari menjalankan kegiatan itu di wilayah Kecamatan Palakka hingga Kecamatan Ulaweng.

Menurut warga, mobil yang mereka kenal sebagai “pa sedot” rutin keluar masuk ke lokasi yang mereka kaitkan dengan LK. Para pelaku menyedot solar dari tangki dump truk, memindahkannya ke dalam jeriken, lalu membawa jeriken itu ke lokasi penampungan.

BACA JUGA :  Sekecil Ini Barang Buktinya, Sebesar Itu Jaringannya: Fakta Narkoba di Bone Terungkap

“Di situ biasa berkumpul mobil pa sedot. Solar dari tangki kendaraan dipindahkan ke jeriken, lalu diduga dibeli lagi sama LK,” ungkap seorang warga kepada wartawan.

Warga menduga para pelaku mengambil solar dari dump truk yang baru mengisi BBM subsidi di SPBU. Setelah meninggalkan SPBU, mereka menyedot sebagian isi tangki, mengisi jeriken, kemudian membawa solar itu ke lokasi yang mereka kaitkan dengan LK.

Sejumlah warga juga menyebut LK sebagai salah satu pemain besar dalam dugaan jaringan distribusi ilegal solar subsidi di Kabupaten Bone. Menurut mereka, para pelaku mengirim solar yang sudah terkumpul ke luar daerah menggunakan mobil pada malam hari.

“LK ini pemain besar. Pelemparannya ke luar daerah menggunakan mobil pada malam hari,” kata seorang warga.

BACA JUGA :  Nama Baru Muncul! Dugaan Jaringan Solar Subsidi Bone Belum Berakhir, LK Kini Jadi Perhatian

Warga mengaku heran karena para pelaku menjalankan aktivitas itu secara terbuka. Mereka hampir setiap hari melihat mobil “pa sedot” memenuhi lokasi yang berada tidak jauh dari jalan raya.

“Mainnya terang-terangan. Siang hari biasa dipadati mobil pa sedot, tapi mainnya santai-santai saja tanpa takut akan penindakan hukum,” ujar warga lainnya.

Warga menilai praktik itu ikut mengurangi pasokan solar subsidi di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone. Menurut mereka, jika dugaan tersebut benar, para pelaku mengalihkan solar subsidi untuk mencari keuntungan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan harus mengantre lebih lama.

“Kalau solar subsidi terus disedot dan ditampung seperti itu, tentu stok di SPBU cepat habis. Akibatnya masyarakat yang benar-benar membutuhkan harus ikut antre panjang,” kata warga.

Karena itu, warga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun ke lapangan. Mereka meminta aparat memeriksa lokasi yang mereka sebutkan, menelusuri alur distribusi solar subsidi, serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat apabila menemukan pelanggaran hukum.

BACA JUGA :  Momentum Hari Ulang Tahun 30, Yudhianto Mahardika Menyatakan Kesiapannya Bertarung dalam Pilwali Kota Kendari pada Pilkada 2024

“Kami berharap aparat segera menyelidiki. Kalau memang ada pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku supaya solar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” tutur warga.

Hingga berita ini diterbitkan, LK belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi LK, aparat penegak hukum, dan instansi terkait untuk memperoleh konfirmasi serta menghadirkan informasi yang berimbang.

Seluruh informasi dalam berita ini bersumber dari keterangan warga. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan dan proses hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *