Daerah

Pj Sekda Bone: Pemerintah Tak Akan Biarkan PMI Berjalan Sendiri, Sinergi Kemanusiaan Diteguhkan

338
×

Pj Sekda Bone: Pemerintah Tak Akan Biarkan PMI Berjalan Sendiri, Sinergi Kemanusiaan Diteguhkan

Sebarkan artikel ini

BONE, LensaSatu.com Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di belakang Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai mitra utama dalam misi kemanusiaan.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Bone, H. Andi Saharuddin, S.STP., M.Si, dalam acara pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Bone periode 2024–2029 di Aula Lamellong Dinas Pendidikan, Jumat (17/10/2025).

Dalam suasana penuh haru dan semangat pengabdian, Andi Saharuddin menegaskan bahwa PMI tidak akan pernah dibiarkan berjalan sendiri.

Menurutnya, lembaga kemanusiaan ini merupakan simpul kekuatan sosial yang kehadirannya sangat vital, terutama dalam pelayanan darah dan penanggulangan bencana.

“PMI adalah simpul kekuatan kemanusiaan. Pemerintah tidak akan membiarkan PMI berjalan sendiri. Kolaborasi yang selama ini terbangun akan terus dijaga. Mari terus memperteguh komitmen dalam pengabdian, tanpa memandang suku, ras, dan agama,” ujar Andi Saharuddin dalam sambutannya yang mendapat sambutan hangat para hadirin.

Pernyataan tegas Pj Sekda Bone ini menjadi pesan moral kuat di tengah momentum pelantikan pengurus baru PMI Bone, sekaligus menandai babak baru sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial kemanusiaan.

BACA JUGA :  DPRD Bone Warning: KUA-PPAS 2026 Terlambat, APBD Terancam 

Pelantikan ini juga menjadi momen penting bagi Drs. H. Ambo Dalle, MM, mantan Wakil Bupati Bone, yang kembali dipercaya menahkodai PMI Bone untuk periode kelima (2024–2029).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Adnan Purichta Ichsan, SH., MH, disaksikan ratusan undangan dari berbagai kalangan.

Ambo Dalle, yang dikenal sebagai sosok berdedikasi dalam bidang sosial, menegaskan bahwa keberhasilan PMI Bone selama ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Bone.

Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah kemajuan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bone.

“Unit Transfusi Darah kita luar biasa kemajuannya. Kita mampu menyiapkan 8.000 kantong darah per tahun. Belum pernah ada kasus orang meninggal karena kekurangan darah. Saat ini UTD Bone melayani empat rumah sakit, bahkan membantu Kabupaten Wajo untuk trombosit,” tegasnya.

Menurut Ambo Dalle, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam keberhasilan PMI Bone. Karena itu, pihaknya kembali memperkuat sinergi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah instansi strategis, seperti Baznas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPBD.

“Kita ingin PMI Bone semakin profesional. Saya sudah lima kali dilantik sebagai Ketua PMI Bone, dan di periode ini saya berharap eksistensi PMI Bone makin tajam lagi. Saya juga berharap Korpri Bone rutin melakukan donor darah, serta setiap desa memiliki pengurus PMI,” ujarnya.

BACA JUGA :  Paripurna HJB ke-693, Ini Capaian Bupati Bone Diperiode ke Dua

Untuk tahun 2026 mendatang, ia menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) PMI dengan melibatkan kalangan akademisi, cabang dinas, dan relawan BPBD.

Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Adnan Purichta Ichsan, memberikan perspektif menarik tentang peran PMI dalam struktur sosial nasional.

Menurutnya, di Indonesia hanya ada tiga lembaga yang memiliki “markas”, yakni TNI, Polri, dan PMI karena ketiganya dituntut untuk selalu siap siaga 24 jam tanpa mengenal waktu.

“Markas berarti tidak mengenal jam kerja. PMI harus selalu siaga untuk menolong sesama karena bencana tidak pernah memberi tanda,” ungkapnya.

Adnan juga menekankan nilai ibadah di balik aksi donor darah. Ia menyebut setiap tetes darah yang didonorkan adalah amal jariyah yang terus mengalir bagi pendonornya.

“Donor darah bukan hanya menolong orang lain, tapi juga menyehatkan tubuh. Pendonor 50 kali mendapat penghargaan kabupaten, 70 kali dari provinsi, dan 100 kali donor akan mendapat Satyalencana dari Presiden,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tak Lagi Andalkan Daerah Tetangga, Bone Bakal Siapkan Pelabuhan Sendiri di Tonra

Di penghujung kegiatan, mantan Bupati Gowa itu memberikan apresiasi khusus kepada Ambo Dalle atas dedikasi dan pengabdiannya memimpin PMI Bone hingga lima periode berturut-turut.

“Itu menandakan beliau memiliki hati nurani yang tulus untuk membantu sesama. PMI bukan organisasi profit, melainkan organisasi kemanusiaan,” tuturnya.

Kegiatan pelantikan PMI Bone ini menjadi simbol nyata kolaborasi tanpa batas antara pemerintah daerah dan relawan kemanusiaan.

Di bawah komando Ambo Dalle dan dukungan penuh dari Pj Sekda Andi Saharuddin, semangat pengabdian itu diteguhkan kembali: menolong tanpa pamrih, hadir tanpa batas waktu.

Pemerintah Kabupaten Bone menilai PMI bukan hanya mitra, tetapi bagian penting dari sistem sosial yang menopang ketahanan masyarakat di bidang kemanusiaan, kesehatan, dan kebencanaan.

Dengan kepengurusan baru periode 2024–2029, PMI Bone bertekad melanjutkan tradisi pelayanan terbaiknya menghadirkan darah untuk yang membutuhkan, membantu korban bencana, serta menggerakkan solidaritas lintas komunitas.

“Kemanusiaan adalah bahasa universal. Selama kita masih punya hati untuk menolong, PMI akan selalu menjadi bagian dari napas masyarakat Bone.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *