Antusiasme warga membludak, sebagian peserta berdiri karena kursi tidak mencukupi.
Bone, LensaSatu.com || Ratusan warga menghadiri reses Anggota DPRD Kabupaten Bone, Andi Heryanto Bausad dari Fraksi Partai NasDem, Daerah Pemilihan (Dapil) II, yang digelar di Desa Kadai, Kecamatan Mare, Senin (8/12/2025) Malam.
Antusiasme warga begitu tinggi sehingga sebagian peserta terpaksa berdiri karena tak kebagian kursi.
Warga tak hanya datang dari Desa Kadai, tetapi juga dari Kelurahan Padaelo, Desa Karella, serta sejumlah desa tetangga.
Dalam kegiatan hadir pula Camat Mare Andi Hidayat Pananrangi, perwakilan Polsek, perwakilan Danramil Mare, Kades Kadai, Lurah Padaelo, serta undangan lainnya.
Andi Heryanto didampingi oleh tim loyalnya, SAHaBat AHB, yang selalu setia mengawal kegiatan reses.

Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan beragam kebutuhan yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Di antaranya:
Hotmix poros Berue–Desa Kadai
Pelatihan UMKM
Lampu jalan
Bantuan alsintan (combine dan jonder)
Pelatihan peningkatan kapasitas anggota BPD oleh pihak kecamatan
Renovasi kantor Desa Karella, Kecamatan Mare
Kelangkaan solar yang kerap jadi polemik petani dan nelayan
Paving block area parkir Pasar Mare
Menanggapi banyaknya usulan, Andi Heryanto mengatakan bahwa semua aspirasi akan diinventarisasi secara serius.
“Aspirasi masyarakat adalah prioritas kami. Semua masukan saya catat satu per satu, tidak ada yang saya lewatkan,” tegas Andi Heryanto di hadapan peserta.
Menurutnya, dari sekian banyak aduan, ada tiga kebutuhan yang paling membutuhkan perhatian segera.
“Yang paling mendesak itu hotmix poros Berue–Kadai, renovasi Kantor Desa Karella, dan bantuan alsintan. Tiga ini harus segera diperjuangkan karena menyangkut akses warga, pelayanan pemerintahan, dan kebutuhan petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan poros Berue–Kadai sudah lama dikeluhkan warga karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian.
“Kalau akses tidak baik, ekonomi warga ikut terganggu. Ini bukan lagi keluhan ringan, tapi kebutuhan dasar,” tambahnya.
Tentang usulan alsintan, dirinya memastikan akan melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan mitra komisi terkait.
“Petani kita tidak boleh terus dibebani biaya produksi yang tinggi. Alsintan adalah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produktivitas,” ucapnya.
Sementara renovasi kantor Desa Karella dianggap penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
“Pelayanan pemerintahan harus berjalan maksimal. Kantor desa yang layak itu bukan kemewahan, tapi kebutuhan,” jelas legislator NasDem itu.
Warga juga kembali mengeluhkan kelangkaan solar yang sering menghambat aktivitas para petani dan pelaku usaha. Andi Heryanto mengakui masalah ini telah berulang dari tahun ke tahun.
“Soal solar ini memang problem lama. Saya akan minta koordinasi lintas instansi untuk memastikan distribusinya berjalan baik. Jangan sampai warga yang paling dirugikan,” tegasnya.
Menjelang akhir kegiatan, Andi Heryanto kembali menegaskan bahwa seluruh aspirasi tidak hanya dicatat, tetapi akan dibawa ke pembahasan dan dikawal hingga ke OPD terkait.
“Saya tidak ingin reses hanya jadi seremoni. Semua yang disampaikan hari ini akan saya perjuangkan. Kita akan kawal bersama-sama,” kata Andi Heryanto disambut tepuk tangan warga.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam jumlah besar.
“Terima kasih atas kepercayaan dan semangat ta semua. Reses ini milik rakyat, bukan hanya milik anggota dewan,” tutupnya.













