LENSASATU.COM-BONE||Hari AIDS Sedunia diperingati 1 Desember 2022, Relawan Kesehatan Indonesia Kabupaten Bone menggelar dialog.
Dialog yang bertema “Akhiri Ketidaksetaraan, Akhiri AIDS, Akhiri Pandemi”, dilaksanakan di cafe Mr. BR jalan dr. Wahidin Watampone. Kamis malam (01/12/2022).

Dialog ini dikemas santai dengan menghadirkan pemateri, Sekretaris Dinas Kesehatan drg. Yusuf Tolo dan Abidin dari Komisi Perlindungan Aids Kabupaten Bone, dan Zainal Ketua Rekan Bone sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, Yusuf menegaskan bahwa Penderita HIV AIDS di tahun 2022 sebanyak 72 orang.
Kata sekertaris Dinas Kesehatan, HIV/AIDS itu menular masuk melalui tiga jalur yaitu melalui cairan kelamin, darah dan Air Susu Ibu
faktor penularan risiko HIV/ AIDS berhubungan dengan ketiga hal tersebut antara lain: Sering berganti pasangan.
” Melakukan hubungan seksual yang beresiko baik homoseksual maupun heteroseksual. Menggunakan jarum suntik narkoba secara bersamaan dan menyusui.”
Lebih lanjut, Yusuf menegaskan bahwa dengan kasus yang cenderung meningkat itu, jumlah pengidap Perempuan sebanyak 10 orang dan laki-laki 62 orang dan 12 meninggal 2022.
Ia mengatakan di Bulan Januari 2022 ada 4 kasus HIV/AIDS, 3 orang di Rumah sakit dan 1 orang di puskesmas yang berasal dari desa Ureng. Di Bulan Februari ada 6 kasus Rumah sakit 3 Orang puskesmas Ponre 1 orang, puskesmas Watampone, 1 orang dan cina 1 orang.
Selanjutnya di Bulan Maret kembali ditemukan 8 kasus. Rumah sakit 3 orang, Lamuru laleng bata 1 orang, cina 1 orang puskesmas Watampone 2 orang, RS Dokter Yasin 1 orang sedangkan di Bulan April ada 7 kasus dan semuanya ditemukan dirumah sakit.
Sementara Abidin mengatakan bahwa pihaknya telah berupa untuk mencegah meningkatnya pengidap HIV AIDS dengan Berbagai upaya dilakukan.
“Kami rutin melakukan kegiatan promosi kesehatan memberikan edukasi memberikan pengetahuan kepada kelompok beresiko di tempat lokalisasi untuk kemudian diberi intervensi seperti pemeriksaan penyakit infeksi menular seksual (IMS) dan cek HIV. Ungkap Abidin
Menurut Abidin, Acara dialog yang digelar ini tentu menjadi upaya membangun kesepahan untuk bersama menanggulangi penyakit yang tidak ada obatnya ini.
“Kesadaran masyarakat tentang penyakit HIV AIDS sangat penting. Setia kepada pasangan dan rutin periksa karena orang yang terkena virus AIDS tidak ada ciri cirinya yang kelihatan.” Jelasnya.
Reporter : Jumardi
Editor : Agus













