DaerahKesehatan

Bone Darurat AIDS Ada 72 Orang Pengidap HIV AIDS, 12 Telah Meninggal

3241
×

Bone Darurat AIDS Ada 72 Orang Pengidap HIV AIDS, 12 Telah Meninggal

Sebarkan artikel ini

LENSASATU.COM-BONE||Hari AIDS Sedunia diperingati 1 Desember 2022, Relawan Kesehatan Indonesia Kabupaten Bone menggelar dialog.

Dialog yang bertema “Akhiri Ketidaksetaraan, Akhiri AIDS, Akhiri Pandemi”, dilaksanakan di cafe Mr. BR jalan dr. Wahidin Watampone. Kamis malam (01/12/2022).

Dialog ini dikemas santai dengan menghadirkan pemateri, Sekretaris Dinas Kesehatan drg. Yusuf Tolo dan Abidin dari Komisi Perlindungan Aids Kabupaten Bone, dan Zainal Ketua Rekan Bone sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Yusuf menegaskan bahwa Penderita HIV AIDS di tahun 2022 sebanyak 72 orang.

Kata sekertaris Dinas Kesehatan, HIV/AIDS itu menular masuk melalui tiga jalur yaitu melalui cairan kelamin, darah dan Air Susu Ibu

BACA JUGA :  Bentuk Perhatian, Kapolres Bone Dirikan Posko Kesehatan dan Turunkan Tim Nakes di Setiap PPK

faktor penularan risiko HIV/ AIDS berhubungan dengan ketiga hal tersebut antara lain: Sering berganti pasangan.

” Melakukan hubungan seksual yang beresiko baik homoseksual maupun heteroseksual. Menggunakan jarum suntik narkoba secara bersamaan dan menyusui.”

Lebih lanjut, Yusuf menegaskan bahwa dengan kasus yang cenderung meningkat itu, jumlah pengidap Perempuan sebanyak 10 orang dan laki-laki 62 orang dan 12 meninggal 2022.

Ia mengatakan di Bulan Januari 2022 ada 4 kasus HIV/AIDS, 3 orang di Rumah sakit dan 1 orang di puskesmas yang berasal dari desa Ureng. Di Bulan Februari ada 6 kasus Rumah sakit 3 Orang puskesmas Ponre 1 orang, puskesmas Watampone, 1 orang dan cina 1 orang.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Perkuat Layanan Penanganan Stunting untuk Percepat Penurunan Prevalensi

Selanjutnya di Bulan Maret kembali ditemukan 8 kasus. Rumah sakit 3 orang, Lamuru laleng bata 1 orang, cina 1 orang puskesmas Watampone 2 orang, RS Dokter Yasin 1 orang sedangkan di Bulan April ada 7 kasus dan semuanya ditemukan dirumah sakit.

Sementara Abidin mengatakan bahwa pihaknya telah berupa untuk mencegah meningkatnya pengidap HIV AIDS dengan Berbagai upaya dilakukan.

“Kami rutin melakukan kegiatan promosi kesehatan memberikan edukasi memberikan pengetahuan kepada kelompok beresiko di tempat lokalisasi untuk kemudian diberi intervensi seperti pemeriksaan penyakit infeksi menular seksual (IMS) dan cek HIV. Ungkap Abidin

BACA JUGA :  Pj. Walikota Kendari dan Kadin Sultra Gelar Pasar Murah di Bulan Ramadhan

Menurut Abidin, Acara dialog yang digelar ini tentu menjadi upaya membangun kesepahan untuk bersama menanggulangi penyakit yang tidak ada obatnya ini.

“Kesadaran masyarakat tentang penyakit HIV AIDS sangat penting. Setia kepada pasangan dan rutin periksa karena orang yang terkena virus AIDS tidak ada ciri cirinya yang kelihatan.” Jelasnya.

 

Reporter : Jumardi

Editor      : Agus

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *