BONE, LENSASATU.COM – Dihari terakhir Jambore Penyuluh Pertanian dan Kontes Kopi di Lapangan Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman didampingi Wakil Bupati Bone H. Ambo Dalle Ajak masyarakat Jalan Sehat Anti Malas Gerak (Mager).
Dalam kegiatan tersebut Ribuan Masyarakat terlihat antusias memadati lapangan Desa Mappesangka untuk mengikuti Jalan Sehat Anti Mager, Kamis (09/03/2023).
“Ayo, biasakan bergerak, pastikan 10 ribu langkah ta setiap hari untuk hidup sehat.” Imbuh Gubernur
Selanjutnya Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Terkait Jambore Penyuluh Pertanian hal ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penyuluh pertanian.
” Tujuannya dapat Meningkatkan wawasan dan pemahaman penyuluh, petani, peneliti dan pemangku kepentingan lainnya tentang program pembangunan pertanian.”jelasnya
Disamping itu Wakil Bupati Bone, H. Ambo Dalle menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya Jambore Penyuluh Pertanian yang dipusatkan di kabupaten Bone kampung halaman Gubernur Sul-Sel ini.
Ia juga berharap, agar para penyuluh pertanian terus meningkatkan kapasitasnya dalam melayani petani dengan memberikan informasi pasar dan teknologi, pengembangan diri untuk menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri
“dalam penyuluhan tujuan yang ingin dicapai adalah agar sasaran dapat bertani lebih baik, bertani yang menguntungkan, hidup lebih sejahtera, membentuk masyarakat yang lebih sejahtera dan lingkungan yang terjamin kelestariannya.” Ucap Wabup

Dalam kegiatan tersebut adik kandung Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Bone juga ikut berbaur bersama 1000 Masyarakat seruput kopi
Dan membuka secara resmi lomba meracik Kopi yang di ikuti 24 kabupaten se Sulawesi Selatan, dari lomba meracik Kopi perwakilan dari kabupaten Bantaeng atas nama Sumiati keluar sebagai Juara.

Dari hasil penilaian dewan juri, hasil cita rasa Slow Kopi yang seimbang. Kemudian tingkat keasaman hit, Aroma Medium dan Bodi medium
Di ungkapkan Gubernur Sul-Sel, Lomba tersebut merupakan ajang edukasi bagi masyarakat penikmat kopi dan yang utamanya bagi petani kopi se Sulawesi Selatan.
“Lomba ini sebenarnya untuk edukasi petani agar petani bisa berdaulat menciptakan dan membuat kopi yang enak, serta petani harus bisa merasakannya dengan teknik, cara-cara model dari Barista” ungkapnya
Diketahui dalam kontes tersebut menggunakan kopi lokal guna mengangkat produk unggulan kopi daerah masing-masing.
Reporter, Jumardi
Editor, Agus













