MUNA – LENSASATU.COM.|| Dugaan persaingan tidak sehat kembali mencuat dalam pelayanan kapal cepat di Kabupaten Muna. PT Dharma Indah, perusahaan pelayaran yang selama ini mendominasi rute laut di Sulawesi Tenggara, dituding melakukan langkah-langkah agresif setelah munculnya pesaing baru.
Satu indikasi kuat pola permainan itu terlihat ketika salah satu kapal cepat milik Dharma Indah, Ekspres Prisilia, tiba-tiba disiagakan di Pelabuhan Nusantara Raha. Sebelumnya kapal ini jarang atau tidak pernah beroperasi dari pelabuhan itu.
Selain “main muka” di lokasi baru, Dharma Indah disebut menurunkan harga tiket secara drastis. Tarif rute Raha–Kendari yang semestinya sekitar Rp 140 ribu menurut Peraturan Gubernur Sultra, ditawarkan dengan harga hanya Rp 90 ribu.
Menurut Bupati Muna H. Bachrun Labuta, tindakan tersebut bukan saja merugikan usaha pelayaran lain, tetapi terkesan upaya memonopoli pasar. Ia menyebut bahwa jika praktik itu terus berlangsung, ia tidak segan-segan mengusir kapal milik Dharma Indah dari wilayahnya. “Kalau masih melakukan persaingan tidak sehat dengan tujuan mematikan usaha orang lain, kapalnya kita akan usir dari Muna,” tegasnya.
Bachrun bahkan menyatakan akan mengirimkan surat ke Gubernur Sultra agar ikut menertibkan praktik-peraktik yang dianggap menyalahi aturan. Ia menyebut bahwa hal itu diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pelayaran lokal dan memberi ruang yang adil bagi pengusaha pelayaran lain.
Menanggapi hal itu, Kabid Angkutan Pelayaran pada Dinas Perhubungan Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, menyebut bahwa menurunkan maupun menaikkan tarif tiket di luar ketentuan Pergub adalah pelanggaran. Ia mengajak masyarakat yang menemukan tarif tidak wajar untuk melapor ke instansi terkait.
Bachrun menambahkan bahwa pemerintah kabupaten justru siap memfasilitasi pelayaran baru agar masyarakat punya lebih banyak pilihan transportasi laut. Namun, ia menegaskan bahwa persaingan harus berlaku secara sehat dan tanpa mematikan usaha pihak lain.
Dinamika ini mengingatkan catatan sebelumnya ketika kapal cepat Anggraeni dulu mencoba masuk pasar Muna. Dharma Indah pernah menurunkan harga tiket secara agresif sehingga kapal pesaing mundur dari operasi di wilayah tersebut.
Perselisihan ini memicu perhatian banyak pihak bahwa regulasi pengaturan tarif dan pengawasan pelayaran laut antarkabupaten perlu diperketat. Jika tak segera ditindak, persaingan tidak sehat seperti ini dikhawatirkan merusak iklim bisnis pelayaran di Sultra dan menekan calon pengusaha lokal.
Reporter: Ali Okong













