BONE, LENSASATU.com || Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, mendorong kegiatan bakti sosial dokter di daerah menjadi program tahunan untuk memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.
Hal itu disampaikan Andi Akmal saat menghadiri Bakti Sosial Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bone dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 di UPT Puskesmas Cenrana, Kelurahan Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Sabtu (22/8/2026).
Andi Akmal menilai kegiatan tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Puluhan dokter umum dan dokter spesialis turun memberikan pemeriksaan, konsultasi, skrining penyakit hingga edukasi kesehatan.
“23 spesialis dan kurang lebih 70 dokter umum. Ini program yang perlu kita dukung. Oleh karena itu, kami berharap ke depan menjadi program tahunan,” ujar Andi Akmal.
Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang akses terhadap dokter spesialis masih terbatas.
Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Kesehatan dan rumah sakit menyiapkan dukungan anggaran agar pelayanan kesehatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Andi Akmal menyebut sejumlah wilayah seperti Cenrana, Bontocani dan Tellu Limpoe perlu mendapat perhatian karena faktor jarak dan kondisi geografis dapat menjadi tantangan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Jangan hanya di kota. Masyarakat di daerah yang jauh juga harus mendapatkan pelayanan yang sama,” katanya.
Dia menegaskan, kesehatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Andi Akmal, pemerintah membutuhkan data kesehatan yang lebih kuat dari setiap wilayah. Pemeriksaan dan deteksi dini penyakit dinilai penting untuk mengetahui pola penyakit di masyarakat sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan penganggaran.
“Kalau kita tahu penyakit yang banyak ditemukan di setiap wilayah, pemerintah bisa menentukan kebijakan dan anggaran yang lebih tepat,” ujarnya.
Selain memperluas layanan, Andi Akmal juga meminta perhatian terhadap tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis yang bersedia bertugas di wilayah terpencil.
Ia mendorong adanya kebijakan pemberian apresiasi dan insentif yang lebih baik bagi tenaga kesehatan yang mengabdi di daerah.
“Dokter yang mau mengabdi di daerah harus kita beri perhatian. Jangan sampai mereka merasa tidak mendapat dukungan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 300 warga Cenrana tercatat telah mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ketua Panitia, Dr. Syahrun, mengatakan IDI Bone menghadirkan layanan dokter spesialis mata, THT, penyakit dalam, saraf, paru, kedokteran jiwa serta obstetri dan ginekologi (obgyn).
Selain pemeriksaan dan konsultasi, warga juga mendapat skrining tuberkulosis (TB), edukasi kesehatan dan penyuluhan dokter spesialis.
Syahrun menyebut kegiatan itu melibatkan sekitar 70 dokter yang terdiri atas 53 dokter umum dan 23 dokter spesialis.
Ketua IDI Cabang Bone, Dr. Muh. Nur Abadi, M.Kes., Sp.An-TI, Subsp.M.N (K), mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk pengabdian dokter kepada masyarakat.
Menurutnya, dokter perlu hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk di wilayah yang akses pelayanan dokter spesialisnya masih terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Drg. Yusuf, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan Dinas Kesehatan masih membutuhkan tambahan tenaga dokter.
Berdasarkan analisis beban kerja, kebutuhan tenaga dokter di Kabupaten Bone masih mencapai lebih dari 20 orang.
Yusuf menilai kolaborasi dengan organisasi profesi seperti IDI penting untuk membantu pemerintah memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Camat Cenrana mengapresiasi IDI Bone dan seluruh pihak yang telah memilih Cenrana sebagai lokasi bakti sosial.
Andi Akmal berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, IDI, rumah sakit, puskesmas dan seluruh stakeholder kesehatan.
Dia juga menekankan pelayanan kesehatan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat, merata, berkeadilan dan tidak membeda-bedakan warga.














