Permatani Sultra Mendorong Kab.Konsel Tingkatkan Produsen Padi Walaupun di Tengah Pandemi Covid 19

KENDARI-LENSASATU.COM-Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi covid-19. Pandemi ini tidak semata-mata berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berdampak hari perekonomian masyarakat.

Indonesia merupakan negara pertanian yang berarti petani memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Karena adanya pandemi Virus Covid-19, sektor pertanian menjadi imbas terganggunya produksi petani diseluruh daerah.

Kebijakan negara dalam mencegah penyebaran covid-19 turut berimplikasi pada kebijkan pangan maupun kemampuan produksi. Salah satunya provinsi Sulawesi Tenggara yang terdiri dari 17 kabupaten kota.

Sulawesi Tenggara berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sultra Tahun 2020 dihuni sekitar 2,62 juta jiwa dengan wilayah terdiri atas daratan dan kepulauan. Sulawesi Tenggara yang sering dikenal dengan Bumi Anoa Kota Bertaqwa yang masih juga tergolong daerah agraris karena sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani.


Sebagai daerah agraris, tidak heran kalau berbagai komoditas perkebunan dan pertanian unggulan tumbuh diseluruh provinsi yang berdiri sejak tahun 1964. Sederet tanaman perkebunan yang menjadi komoditi unggulan di Sulawesi Tenggara seperti tanaman kakao, pala, cengkeh, padi, jagung, lada, kedelai, kelapa, nilam, kemiri dan kelapa sawit. Seluruh komoditas tersebut memiliki kecocokan dengan tanah di Sultra, sehingga komoditas tersebut bisa dapat ditemukan dengan mudah tumbuh di 17 kabupaten/kota.

BACA JUGA :  Memperingati HUT RI ke-76,BEM UMK dan BEM STIE 66 Bagi 1000 Masker dan 1000 Bendera Merah Putih

Salah satu Produsen Padi terbesar di sulawesi tenggara seperti di kabupaten Konawe Selatan sebagai salah satu daerah yang mampu menyuplai beras di berbagai daerah diperkirakan mencapai 79.746 ton KG atau setara 45.750 ton Beras pada tahun 2020 “ujar Fajar Imsak, selaku ketua Permatani Sultra.

Program Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang diterima Kabupaten Konawe Selatan sepanjang tahun 2020 untuk meningkatkan produksi pangan adalah Program Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi (Propaktani) melalui pengembangan kawasan pertanian komoditi padi sawah di tiga kecamatan yakni Basela, Lalembu, Tinanggea. Pengembangan kawasan ini seluas 5.876 ha yang bekerja sama dengan BUMD Konawe Selatan.

BACA JUGA :  Peringatan Hari Bakti TNI AU ke-75 Di Lanud Hang Nadim Batam, Komandan Pangkalan TNI AU( Lanud ) Letkol Pnb Iwan Setiawan Pimpin Upacara

sesuai dengan Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara Tersedianya data pertanian yang tepat waktu dan akurat merupakan pondasi untuk dapat mewujudkan kebijakan pertanian yang tepat sasaran. Sejak tahun 2018, BPS bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), didukung oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN), Badan Informasi Geospasial (BIG), serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), berupaya memperbaiki metodologi perhitungan luas panen padi melalui penerapan objective measurement dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta ketersediaan citra satelit resolusi tinggi. Kerjasama tersebut diwujudkan dalam suatu kegiatan yang bertajuk “Pendataan Statistik Pertanian Tanaman Pangan Terintegrasi dengan Metode Kerangka Sampel Area (KSA)” atau lebih dikenal dengan sebutan Survei KSA. Pelaksanaan Survei KSA untuk komoditas padi mulai diimplementasikan secara nasional pada tahun 2018. ” ujar Fajar Imsak” mengutip dari data BPS Provinsi Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Berikan Bantuan,Polsek Belakang Padang Berbagi Kepada Penderita Sakit Lumpuh Di Hari Jumat Berkah

Olehnya itu, Permatani Sultra mendorong dan mendukung Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan untuk meningkatkan Produsen Padi Di Tahun 2021 sehingga Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan tetap menjadi penghasil terbesar produsen padi di sulawesi tenggara dan menjadi penyuplai Produsen Padi (Beras) di beberapa daerah di indonesia sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan PAD daerah walaupun di masa pandemi covid 19. “tegas Ketua Permatani Sultra.

Reporter: Ardianto

Editor: Tasbih

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.