Di Duga Ada Permainan Penerbitan Harga Panel Solar Pada SPBU Martandu

KENDARI-SULTRA, LENSASATU.COM ||| Ketua Umum Forum Aktivis Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara ( FAPM-SULTRA), Naga Sultra akan melakukan Aksi unjuk Rasa di Polda Sulawesi Tenggara , menyoroti gejolak daya jual beli rakyat menuai polemik. Mulai dari kenaikan harga BBM dan lain sebagainya. Berbagai skema kritikan tak juga padam. Sebab, stabilitas harga dan ekonomi adalah jalan keluar untuk mendiamkan riak-riak rakyat yang tertindas.

Hal yang mungkin terjadi jika polemik-polemik itu disudahi melalui yang paling mendasar. Seperti BBM, berawal dari SPBU hingga menjalar ke BMUN itu sendiri.
Katakanlah SPBU Martandu (Anduonohu, samping bundaran teng). Melihat persoalan yang terjadi di SPBU Martandu tersebut, BBM dalam konteks Solar, bahwa Di duga terdapat ketidak sesuaian harga atas produksi solar di Terminal BBM Kendari PT. Pertamina Persero dengan harga jual di SPBU Martandu.

BACA JUGA :  Kodim 1407/Bone Rem 141/TP Gelar Apel Kesiapan Bersama Danyon Brimob Bone 

Mengingat keputusan Menteri ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, bahwa menetapkan jenis harga BBM salah satunya adalah Solar dengan harga Rp.5.150 Perliter. Namun faktanya, Panel harga yang terdapat di SPBU Martandu bernilai Rp.5.500 perliter. Sehingga ada permainan harga yang dilakukan oleh oknum SPBU Martandu dengan kisaran keuntungan Rp.350 perliter berdasarkan selisih yang ditetapkan oleh pemerintah.

Jika dikalkulasi, ketika dalam sehari SPBU Martandu memproduksi solar melalui tangki 16 Ribu liter dengan harga jual Rp.5.500 perliter, maka keuntungan 350 rupiah tersebut dikalikan dengan 18 Ribu liter adalah Rp. 5.600.000 dalam sehari. Jika hal ini terus dibiarkan, dapat diperkiran dalam setahun keuntungan yang diperolehnya yakni 2 hingga 3 Miliyar rupiah.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKN-T 53 UNIBOS Kembangkan Agrowisata di Desa Kassi

Menanggapi hal itu, tentu memberikan kesan seolah aturan pemerintah di monopoli oleh sekelompok oknum demi mendapatkan keuntungan pribadi. Kami duga kuat ada skema permainan harga yang direnggut oleh SPBU Martandu salah satu faktor maraknya persoalan BBM. Apa lagi SPBU Martandu bersifat swasta, sehingga pemerintah tak selamanya menerbitkan aturan yang simpang siur, melainkan pelaku investasi yang secara keliru mengimplementasikan aturan tersebut.

BACA JUGA :  Universitas Muhammadiyah Kolaka Timur Akan Segera Dibangun, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra Resmi Gelar Launching Pembangunan Kampus Di Kolaka Timur

Oleh karena itu, kami yang tergabung dalam Forum Aktivis Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (FAPM-SULTRA) bermaksud menggelar demonstrasi dengan tututan :
1. Mendesak POLDA SULTRA untuk melakukan penyelidikan terhadap Oknum Kami duga menerbitkan Panel harga Solar di SPBU Martandu.

2. Meminta kepada Pimpinan Tertinggi SPBU Martandu untuk Segera menghentikan sementara aktivitas kerja & pengisian bahan bakar serta memberikan klarifikasi atas ketidak sesuaian harga solar tersebut.

Hingga berita ini tayang pihak pihak yang berkompeten belum terkonfirmasi, Meski begitu media ini tetap memberikan hak jawab bagi pihak pihak yang berkompeten.

Laporan : ardianto
Editor : Tasbih

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.